Selasa, 07 Sep 2021 20:30 WIB

Nomor Sepatu hingga Masturbasi Pengaruhi Ukuran Mr P? Ini Faktanya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi ereksi Foto: iStock
Jakarta -

Tak sedikit orang yang khawatir dan merasa cemas saat masturbasi disebut-sebut berpengaruh pada ukuran penis. Faktanya, hal tersebut keliru.

Dikutip dari Medical News Today, ukuran sepatu, ukuran tinggi seseorang, termasuk masturbasi tidak ada kaitannya dengan ukuran penis.

Kapan sih penis mulai tumbuh dan berhenti?

Ukuran penis berkembang sejak lahir, namun pertumbuhan paling signifikan terjadi di usia pubertas, antara 12-16 tahun. Pubertas biasanya dimulai pada pria saat berusia 9,5 hingga 14 tahun dan bertahan hingga 4 tahun.

Penis biasanya mencapai panjang dan ketebalan maksimal ketika seseorang berusia 18 atau 19 tahun. Namun, beberapa orang mengalami pertumbuhan penis hingga awal usia 20-an.

Faktor-faktor yang mempengaruhi ukuran penis

Hormon

Hormon mempengaruhi ukuran penis. Sama seperti hormon estrogen dan progesteron yang mempengaruhi karakteristik seskual wanita seperti bentuk payudara, hingga pinggul. Hormon seks pria atau androgen berkontribusi pada pertumbuhan testis dan penis.

Selama masa pubertas, kelenjar pituitari menghasilkan lebih banyak hormon luteinizing (LH) dan hormon perangsang folikel (FSH). LH meningkatkan produksi testosteron di sel Leydig testis, dan FSH meningkatkan produksi sperma.

Variasi kadar testosteron selama kehamilan juga dapat menyebabkan kelainan penis. Misalnya, seorang ibu mungkin tidak menghasilkan cukup hormon human chorionic gonadotrophin (hCG). Hormon hCG merangsang perkembangan testosteron pada janin.

Kondisi langka, seperti defisiensi 5 alfa reduktase dan hiperplasia adrenal kongenital, juga memengaruhi kadar testosteron dan dapat memengaruhi penampilan genital.

Bahkan jika kadar testosteron normal, beberapa kondisi medis dapat menghentikan tubuh seseorang untuk merespons testosteron dengan benar. Respons ini disebut insensitivitas androgen.

Ketika salah satu dari masalah hormonal ini muncul, penis janin laki-laki mungkin tidak tumbuh dengan baik.

Lingkungan

Polutan lingkungan, seperti pestisida, plasticizer, dan bahan kimia lainnya, bisa memiliki efek negatif pada ukuran penis. Bahan kimia tersebut adalah pengganggu endokrin dan memengaruhi ekspresi gen dan hormon.

Studi pada tahun 2015 dan 2016 menunjukkan paparan bahan kimia selama kehamilan, seperti ftalat, berdampak negatif pada perkembangan genital bayi laki-laki yang baru lahir.

Sebuah studi 2019 juga menunjukkan bahwa pengaruh diet terkait epigenetik dapat memperlambat perkembangan genital pada laki-laki remaja.

Nutrisi

Malnutrisi di dalam rahim dan semasa hidup dapat memengaruhi hormon. Hal ini juga memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ukuran penis.

Selanjutnya, malnutrisi pada masa remaja, seperti yang terlihat pada anoreksia atau bulimia, dapat menunda pubertas normal. Sementara seseorang yang pubertasnya tertunda biasanya menyusul pada akhirnya, gejala pubertas tertunda termasuk penis dan testis yang lebih kecil.

Berapa ukuran normal penis?

Sekitar dua puluh penelitian atau studi di 2014 menganalisis panjang atau ukuran penis rata-rata pria di lebih dari 15 ribu relawan. Hasilnya adalah:

  • 9,16 sentimeter (cm) atau 3,6 inci saat tidak ereksi
  • 13,12 cm atau 5,17 inci saat ereksi

Lingkar penis rata-rata adalah:

  • 9,31 cm saat tidak ereksi
  • 11,66 cm saat ereksi



Simak Video "Aman Nggak Kalau Masturbasi Keseringan?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)