Sabtu, 11 Sep 2021 21:01 WIB

Fakta-fakta Squirt pada Wanita, Seperti Orgasme Tapi...

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
ilustrasi pasangan orgasme Ilustrasi orgasme pada wanita. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Saat wanita mencapai puncak kenikmatan seksual, sebagian dari mereka mengaku mengalami squirt atau squirting atau cairan bening yang keluar dari vagina dalam jumlah yang bervariasi. Namun, tak jarang cairan yang keluar ini bisa sangat banyak dan menyembur.

Mirip-mirip seperti orgasme, tetapi sebagian wanita mengaku bahwa ada sensasi yang berbeda dari orgasme setelah mengalami squirt. Dikutip dari Healthline, Sabtu (11/09/2021), berikut fakta-fakta terkait squirt.

1. Apa itu squirt?

Pelatih seks bersertifikat sekaligus penulis "All The F*cking Mistakes: A Guide to Sex, Love, and Life," Gigi Engle menjelaskan, squirt adalah cairan yang keluar dari vulva.

"Squirting mengacu pada pengeluaran dengan paksa cairan dari vulva saat berhubungan seks," ujar Engle.

Cairan yang keluar bukan berupa urine, melainkan kombinasi dari urea, uri acid, dan kreatinin yang dilepaskan oleh kelenjar skene, yang berada di ujung bawah uretra.

Engle menjelaskan squirting biasanya terjadi akibat wanita mendapat stimulasi atau rangsangan di g-spot atau klitoris.

"Biasanya dari stimulasi G-spot atau stimulasi ganda klitoris dan G-spot."

Selain itu, dia menambahkan bahwa kelenjar skene, G-spot dan uretra semuanya terletak di area tubuh yang kira-kira sama.

"Biasanya, jika merangsang satu hal, kemungkinan besar akan merangsang semuanya," tambahnya.

Jika wanita mendapat rangsangan di kelenjar Skene, hal ini juga bisa menyebabkan squirting.

2. Seperti apa rasanya mengalami squirting?

Berdasarkan cerita Engle, sejumlah orang merasakan sensasi squirting mirip seperti orgasme, sedangkan yang lain merasakan sensasi yang berbeda dengan orgasme.

"Beberapa orang mengatakan rasanya tidak seperti orgasme. Sementara yang lain mencatat bahwa rasanya [mirip], tetapi sedikit berbeda dari orgasme," ungkap Engle.

"Ini intens, seperti pelepasan yang ekstrim. Bagi saya, saya orgasme dan kemudian jika suami saya terus menyentuh G-spot saya maka saya squirting. Itu bukan sensasi yang sama bagi saya," ungkap wanita yang mengaku mengalami squirt.

Engle juga menambahkan karena adanya tekanan pada uretra, seseorang mungkin akan merasa ingin buang air kecil sebelum squirting.

3. Bisakah semua orang melakukannya?

Secara ilmiah, Engle mengatakan bahwa siapa pun yang memiliki vulva berpotensi mengalami squirting.

"Tapi itu tidak berarti setiap orang dengan vulva bisa atau mau atau tidak," katanya.

Perkiraan menunjukkan antara 10 dan 50 persen orang dengan vulva bisa melakukan squirting.

4. Apa yang bisa dilakukan agar squirting?

Squirt biasanya terjadi akibat adanya stimulasi pada G-spot atau stimulasi G-spot yang dikombinasikan dengan stimulasi klitoris. Saat mengalami squirting tak jarang cairan menyembur keluar dari vagina dan mengotori seluruh tempat. Berapa banyak cairan yang keluar saat mengalami squirting bervariasi dari orang ke orang.

Selain itu, hal lain yang dapat dilakukan, yakni:

- Kondisikan tubuh agar merasa rileks, bisa dengan memasang lilin aromaterapi atau wangi-wangian yang membuat tubuh rileks
- Berikan rangsangan pada anggota tubuh, seperti leher, telinga, perut bagian bawah atau puting,
- Temukan G-spot dan berikan rangsangan pada g-spot



Simak Video "Hanya 27,6% Wanita Korsel yang Berpikir Lingkungannya Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)