Kamis, 16 Sep 2021 21:00 WIB

Mengapa Tidak Boleh Gunakan Celana Dalam Setelah Bercinta? Ini Kata Pakar

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Young woman in yellow short dress standing with her hands between legs, needs a restroom, isolated for white background. Womens health, gynecology. Ilustrasi. (Foto: iStock)
Jakarta -

Setelah berhubungan intim, seseorang disarankan untuk selalu buang air kecil demi menghindari risiko infeksi saluran kemih (ISK). Hal yang tak kalah penting dilakukan setelah berhubungan intim adalah tidak menggunakan celana dalam.

Aktivitas seksual membuat vagina menjadi lembab karena bercampurnya air mani, keringat, dan lain-lain. Ketika seseorang langsung menggunakan celana dalam, maka vagina menjadi sangat lembap.

Tidak menggunakan celana dalam setelah berhubungan intim juga sangat penting bagi wanita yang rentan terkena infeksi jamur.

Sara Twogood, MD, asisten profesor kebidanan dan ginekologi di Keck School of Medicine University of Southern California menyarankan wanita agar selalu membersihkan diri setelah berhubungan intim.

Bahkan jika seseorang tidak terlalu mau pipis, cobalah untuk tetap buang air kecil. Aliran urin akan membantu mengeluarkan bakteri dari uretra.

Lanjutnya, ambil handuk atau gumpalan kertas toilet dan menyeka kelembaban di bagian kewanitaan. Bakteri berkembang dalam kondisi lembab, dan tidak mengering dapat meningkatkan peluang terkena infeksi jamur.

"Kelembaban adalah sesuatu yang ingin kita hindari, terutama bagi wanita yang rentan terhadap infeksi jamur," kata Dr Twogood.

Jika seseorang merasa membutuhkan pembersihan yang lebih intens, Dr Twogood menyarankan untuk mencuci dengan air biasa dan sabun tanpa pewangi, lalu keringkan secara menyeluruh.

Lalu, kenakan baju tidur atau celana piyama yang longgar. Jangan gunakan celana dalam, karena berpotensi menyebabkan seseorang terkena infeksi.

"Jangan memakai pakaian dalam," kata Dr Twogood.

Tidur tanpa celana dalam setelah berhubungan intim dapat membantu mengeluarkan udara dari vagina dan membiarkannya bernafas, sehingga dapat mengurangi risiko infeksi jamur atau kondisi gatal lainnya.



Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(Rita Puspita Rachmawati/fds)