Kamis, 30 Sep 2021 20:30 WIB

5 Hal yang Bikin Aroma Miss V Bervariasi, Infeksi hingga Menstruasi

Syifa Aulia - detikHealth
Young woman in yellow short dress standing with her hands between legs, needs a restroom, isolated for white background. Womens health, gynecology. Ilustrasi. (Foto: iStock)
Jakarta -

Setiap wanita memiliki bau vagina yang berbeda. Bau itu disebabkan karena beberapa faktor, seperti keringat, makanan yang dikonsumsi, obat yang dikonsumsi, hingga menstruasi.

Tingkatan bau vagina itu juga dapat menjadi pertanda adanya suatu penyakit. Jika merasa bau vagina sangat menyengat, Anda mungkin dapat berkonsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Dikutip dari Health, lima faktor ini dapat menjadi penyebab terjadinya perubahan bau pada vagina.

1. Sedang menstruasi

"Memiliki bau saat menstruasi adalah hal yang normal," kata Jennifer Landa, MD, ahli obgyn di BodyLogicMD di Orlando, Florida.

Saat menstruasi, terdapat darah hingga bakteri dari rahim yang dikeluarkan, sehingga menyebabkan bau.

Ia mengatakan aroma yang dikeluarkan saat menstruasi mungkin lebih kuat dibandingkan biasanya. Menurutnya, baunya mirip seperti bau metalik.

2. Baru berhubungan seksual

Hubungan seksual dapat menimbulkan bau pada vagina. Ini karena ada campuran keringan dan sekresi vagina yang dikeluarkan tubuh. Saat sperma tercampur dengan bakteri di dalam vagina, dr Landa mengatakan akan mengeluarkan bau yang cukup tajam dan normal terjadi.

Selain itu, ia juga menjelaskan jika baunya sangat amis, dapat menjadi tanda dari bakterial vaginosis, semacam infeksi vagina. Jika masih tetap bau amis menyengat disertai keputihan, gatal, dan nyeri, segera konsultasi ke dokter kandungan.

3. Makanan

Tidak hanya mengubah bau napas, makanan juga menyebabkan perubahan bau vagina. Kata dr Landa, makanan yang dimaksud adalah bawang putih, asparagus, kari, dan daging merah.

Bahan kimia dalam makanan itu mempengaruhi sekresi vagina, bau keringat, dan urin. Bau ini berlangsung hanya sementara. Selain itu, ada juga pendapat yang mengatakan jika buah nanas dapat mempengaruhi bau vagina.

4. Infeksi menular seksual

Penyebab lainnya adalah terkena infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore. Menurut dr Landa, penyakit itu dapat menimbulkan bau vagina yang tidak sedap. Tanda-tanda jika wanita mengalami hal ini adalah timbul rasa sakit saat buang air kecil, keluar cairan berwarna hijau hingga kuning.

5. Infeksi jamur

Tanda yang dirasakan ketika infeksi jamur adalah gatal dan iritasi pada vagina serta keputihan. Bau yang muncul seperti bau ragi. Segera konsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.



Simak Video "EMA: Vaksin Corona Tidak Ganggu Siklus Menstruasi Wanita"
[Gambas:Video 20detik]
(Syifa Aulia/up)