Senin, 18 Okt 2021 21:35 WIB

Berapa Lama Pasangan Perlu Istirahat Sebelum Mulai Ronde Dua di Ranjang?

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi orgasme Foto: Thinkstock
Jakarta -

Saat gairah sedang membara, beberapa pasangan mungkin bisa menghabiskan lebih banyak waktu bercinta yang dibagi dalam beberapa sesi. Hanya saja usai orgasme tubuh mungkin memerlukan periode beristirahat dan ini bisa berbeda untuk pria dan wanita.

Dalam dunia medis, momen istirahat usai orgasme itu disebut sebagai refractory period. Ini merupakan respons alami yang bisa dialami oleh semua orang.

"Otot-otot Anda akan rileks dan detak jantung serta tekanan darah menurun. Tubuh jadi tidak sensitif terdahap respons seksual. Inilah momen refractory period dimulai," ungkap peneliti seks William Masters dan Virginia Johnson seperti dikutip dari Healthline, Senin (18/10/2021).

Pria disebut akan kesulitan memiliki ereksi atau ejakulasi selama refractory period. Alasannya kemungkinan disebut peneliti berhubungan dengan hormon prolaktin yang diproduksi tubuh usai orgasme.

International Society for Sexual Medicine (ISSM) menyebut refractory period pria biasanya lebih lama dari wanita dan akan berbeda untuk tiap individu. Pria yang masih muda kemungkinan hanya memerlukan beberapa menit sampai bisa terangsang kembali setelah orgasme, namun mereka yang di atas 40 tahun mungkin perlu waktu beberapa jam sampai hari.

"Beberapa pria bertanya apa ada cara untuk membuat refractory period jadi lebih singkat. Tidak ada obat yang sebearnya disetujui untuk hal ini, tetapi penelitian menunjukkan Viagra dan Cialis, dua obat yang digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi, dapat mengurangi waktu pemulihan," tulis ISSM.

Sementara itu refractory period yang terjadi pada wanita disebut relatif lebih singkat. Ini yang juga jadi alasan mengapa wanita lebih mudah mengalami orgasme berkali-kali atau multiple orgasm.

"Wanita tidak mengalami refractory period seperti yang dialami pria. Hanya kelelahan usai orgasme yang mungkin membuat wanita kehilangan minat terhadap seks untuk sementara waktu," lanjut ISSM.



Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)