Rabu, 01 Des 2021 18:30 WIB

Miss V Longgar Gegara Sering Bercinta? Cek Faktanya Menurut Pakar

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Miss V longgar gegara sering bercinta? (Foto: iStock)
Jakarta -

Usia dan gaya hidup ternyata berdampak besar terhadap perubahan vagina. Seperti yang diketahui, melahirkan dan menopause menjadi dua faktor yang dapat mengubah bentuk vagina.

Namun, apakah aktivitas seks berhubungan langsung dengan perubahan vagina yang lebih longgar?

Dikutip dari Insider, Rabu (1/12/2021), ternyata sering bercinta membuat vagina longgar itu hanya mitos. Menurut Maureen Wheliha, MD, FACOG, ginekolog di Elit GYN Care of the Palm Beaches dan Ketua Seksi American College of Obstetrician and Gynecologist (ACOG), Distik XII, vagina yang dianggap longgar mungkin menunjukkan kurangnya gairah seksual.

Oleh sebab itu, penting untuk berkomunikasi dengan pasangan tentang keinginan, kebutuhan, dan keterbukaan satu dengan yang lain guna mengatasi hal tersebut.

Kedalaman vagina

Bagi beberapa orang, memiliki vagina yang lebih dalam dianggap menyenangkan karena akan ada lebih banyak ujung saraf untuk meningkatkan sensasi. Namun hasil riset menunjukkan, kedalaman vagina tidak berkaitan dengan kepuasan seksual.

Menurut penelitian yang dilakukan pada 2005, kedalaman rata-rata vagina yakni 9,6 sentimeter (atau 3,78 inci). Namun, vagina memiliki kemampuan untuk meregang ketika terangsang secara seksual untuk mengakomodasi penis.

"Vagina dapat meregang hingga enam inci atau lebih lebar saat melahirkan untuk mengakomodasi kepala dan bahu bayi," kata Whelihan.

Disebutkan juga, vagina bisa memendek selama masa menopause. Namun, aktivitas seksual secara teratur dapat membantu mempertahankan panjangnya. Sehingga tidak ada bukti yang menyatakan berhubungan seks dapat membuat vagina kendur, tetapi vagina akan terasa longgar setelah melahirkan. Latihan dasar panggul dapat membantu memulihkan pelumasan vagina dan meningkatkan kepuasan seksual.

Sementara itu, Oz Harmanli, MD, Kepala Urogynecology & Reconstructive Pelvic Surgery Yale dan profesor di Yale Medicine, Sekolah Kedokteran Yale menjelaskan, kebanyakan wanita terangsang dari klitoris bukan pada kedalaman vaginanya.

Selain itu, penelitian pada tahun 2010 yang melibatkan 5.000 wanita heteroseksual menemukan bahwa panjang vagina juga tidak mempengaruhi seberapa aktif mereka secara seksual.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kembali Bak Perawan dalam 30 Menit!"
[Gambas:Video 20detik]