Sabtu, 04 Des 2021 21:30 WIB

5 Tips Seks Ini Cuma Mitos, Mulai dari Waktu Bercinta Sampai Cara Cegah Hamil

Hartaty Varadifa - detikHealth
Young female holding hands sensually on red silk bed. Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Tips mengenai hubungan seksual semakin marak di media sosial. Akan tetapi tidak jarang tips tersebut bukan berasal dari hasil penelitian ilmiah.

Sebagai contoh tips posisi seks atau waktu bercinta tertentu disebut bisa memengaruhi jenis kelamin calon anak. Padahal peneliti di Brasil mengungkapkan bahwa posisi seksual tidak selalu berperan terhadap proses fertilitasi.

Dikutip detikcom dari berbagai sumber, berikut tips seksual yang sebenarnya tidak benar:

Berikut ini adalah 5 mitos yang sering dipercaya mengenai berhubungan intim:

1. Wanita lebih subur seiring bertambahnya usia

Hal ini merupakan mitos karena pada dasarnya seorang wanita mungkin terlihat lebih sehat di usia 40-an, namun kesuburannya tidak akan berada dalam kondisi yang sama seperti di usia 30-an.

Data dari American Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan bahwa wanita berusia antara 25 dan 27 yang mencoba untuk hamil dalam 12 siklus memiliki tingkat keberhasilan sekitar 80 persen. Sebaliknya, angka tersebut mendekati angka 50 persen untuk mereka yang berusia antara 40 dan 45 tahun.

2. Seks mendekati ovulasi akan menghasilkan anak laki-laki

Salah satu kepercayaan populer yang sering didengar adalah bahwa jenis kelamin bayi bergantung pada waktu kelahirannya selama siklus wanita.

Seks lebih dekat dengan hari ovulasi dipercaya akan meningkatkan kemungkinan memiliki anak laki-laki, dan seks lebih jauh dari hari ovulasi dipercaya akan meningkatkan kemungkinan lahir anak perempuan..

Tetapi tim peneliti Brasil berpendapat bahwa tidak bukti yang kuat untuk mendukung hal ini.

3. Diet akan meningkatkan kesuburan wanita

Dilansir dari Dailymail, tidak ada cukup bukti untuk mendukung bahwa diet vegetarian, rendah lemak, atau didukung dengan suplemen herbal akan membantu tingkat kesuburan.

Bahkan di antara nutrisi yang paling banyak dipelajari, yaitu vitamin D dan asam folat, tidak ada juga cukup bukti yang kuat. Namun, asam folat penting untuk perkembangan bayi yang sehat, maka vitamin tersebut bagus untuk ibu hamil.

4. Tidak akan hamil jika penis segera ditarik ketika hendak ejakulasi

Kepercayaan ini masih sering dipercaya, padahal sebelum pria berejakulasi ada sperma di dalam cairan pra-ejakulasi yang bisa keluar saat dia ereksi.

Hanya butuh satu sperma untuk membuat seorang perempuan hamil. Jika kamu melakukan hubungan seks tanpa kondom, akan berisiko hamil.

5. Menggunakan pil kontrasepsi darurat di pagi hari setelah berhubungan seks

Hal ini kesalahpahaman umum karena julukan untuk pil kontrasepsi hormonal darurat adalah 'pil pagi hari'.

Pil kontrasepsi darurat dapat diberikan hingga 5 hari setelah hubungan seks tanpa kondom, meskipun lebih cepat diminum lebih baik.



Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)