ADVERTISEMENT

Senin, 13 Des 2021 21:00 WIB

Sering Bikin Penasaran, Ini Dia Rata-rata Kedalaman Miss V saat 'Ereksi'

Hartaty Varadifa - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Foto: iStock
Jakarta -

Kita mungkin kerap mencari tahu berapa panjang ukuran penis, tetapi masih banyak yang tidak mengetahui berapa kedalaman vagina. Bahkan ada banyak yang berpikir jika tak ada ukuran maksimal vagina.

Vagina adalah saluran otot tertutup yang membentang dari vulva ke leher rahim. Warna, ukuran, dan bentuk vagina bervariasi. Beberapa vagina berbentuk bulat seperti telur dan kecil, beberapa lainnya ada yang besar berbentuk silindris.

Lalu berapa rata-rata kedalaman vagina?

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam British Journal of Obstetrics & Gynaecology, rata-rata kedalaman vagina adalah 3,77 inci atau 9,6 cm. Jika dibandingkan dengan ukuran rata-rata panjang penis adalah 5,2 inci dengan ukuran lingkar 4,6 inci, saat ereksi.

Akan tetapi vagina juga mirip dengan alat kelamin laki-laki. Saat terangsang, vagina bisa melebar antara 4,25 inci dan 4,75 inci.

Menurut Go Ask Alice di Columbia University, selama bergairah atau terdapat darah mengalir ke area genital, dan gairah seksual menyebabkan serviks dan rahim naik ketika dua pertiga bagian atas vagina memanjang.


Hal ini dikarenakan dinding vagina cukup elastis dan memiliki rugae atau benjolan yang dapat membesar saat berhubungan seksual atau melahirkan. Berarti dinding vagina bisa runtuh atau mengembang kapanpun dibutuhkan. Vagina dapat meregang dengan sangat mudah saat berhubungan seks atau saat melahirkan. Karena fleksibilitas ini, vagina tidak tetap pada satu ukuran tertentu dan berubah sesuai kebutuhan.

Tidak hanya saat berhubungan intim dan melahirkan, vagina juga akan mengalami perubahan saat menopause. Selama menopause akan terjadi fluktuasi hormonal dimana hormon estrogen berubah yang dapat mempengaruhi vulva dan vagina.

Selain itu adanya atrofi vulvovaginal yaitu kurangnya estrogen yang menyebabkan jaringan vulva dan lapisan vagina menjadi lebih kering, kurang elastis, dan lebih tipis. Dalam kondisi ini, vagina menghasilkan lebih sedikit cairan, sehingga pelumasan menjadi berkurang.

Kondisi lainnya adalah vaginitis atrofi yang dapat menyebabkan keputihan dan kemerahan.



Simak Video "Kembali Bak Perawan dalam 30 Menit!"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT