ADVERTISEMENT

Selasa, 21 Des 2021 20:31 WIB

Miss V Terasa Sakit Setelah Bercinta, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Ilustrasi vagina. (Foto: iStock)
Jakarta -

Tak sedikit wanita yang mengeluhkan rasa sakit pada vagina setelah berhubungan intim. Rasa tak nyaman itu muncul karena vagina lecet, perih, dan sakit setelah berhubungan seks muncul di vulva, yaitu bagian luar alat kelamin wanita.

Dikutip dari SELF, seks tidak seharusnya menyakitkan kecuali jika baru pertama kali dilakukan. Namun, jika berhubungan seks sudah sering dilakukan dan vagina terasa sakit usai melakukannya, hal itu yang menjadi masalah.

"Tidak normal jika merasa sakit setelah berhubungan seks kecuali ini pertama kalinya, dan ada beberapa peregangan selaput dara yang harus dihadapi," kata Mary Jane Minkin, M.D, seorang profesor klinis kebidanan, ginekologi dan ilmu reproduksi di Yale Medical Sekolah.

Seorang ahli terapi fisik di New York, Isa Herrera mengatakan bahwa perubahan posisi atau penggunaan produk anti penuaan dapat menyebabkan nyeri setelah bercinta. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penyebab lain dari rasa sakit pada vagina usai bercinta serta cara mengatasinya.

1. Kurang pelumas saat seks

Salah satu penyebab paling umum dari rasa sakit pada vagina selama atau setelah berhubungan seksual adalah pelumas yang tidak memadai. Setiap orang menghasilkan jumlah pelumas alami yang berbeda, dan ada banyak alasan mengapa usia, alat kontrasepsi, dan beberapa obat hanya tahan untuk beberapa lama.

Ketika vagina tidak dilumasi dengan baik saat berhubungan seks, gesekan dapat menyebabkan robekan kecil. Hal inilah yang dapat membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi, dan juga dapat membuat vagina sakit setelah berhubungan seks.

Untuk mengatasinya, gunakan pelumas dalam jumlah yang cukup. Ini adalah langkah mudah yang harus diambil untuk melengkapi pelumas alami sesuai keinginan.

2. Tidak melakukan foreplay

Vagina yang kering membuat seks menjadi tidak nyaman. Hal itu menjadi penyebab paling umum yang mengakibatkan rasa sakit dan tak nyaman pada vagina.

Sebagai cara mencegahnya, lakukan foreplay sebelum berhubungan seks untuk membantu mencegah rasa sakit. Foreplay dapat memberikan kelembapan di vagina dan membuatnya menjadi lebih elastis seiring dengan meningkatnya gairah.

3. Posisi seks yang menyakitkan

Psikolog klinis dan terapis seks bersertifikat di Honolulu, Hawaii Janet Brito mengungkapkan bahwa posisi seks tertentu dapat menyebabkan rasa sakit, tetapi hal itu tergantung pada orangnya.

"Misalnya, jika Anda dalam posisi misionaris dan mengalami rasa sakit dan keinginan untuk buang air kecil, itu bisa menjadi indikasi turunnya kandung kemih," katanya.

Lakukan eksperimen dan pilih posisi yang sesuai dengan tubuh agar menghindari rasa sakit dan tak nyaman setelah berhubungan seks.

4. Durasi seks yang terlalu lama

Seks yang bersemangat dengan durasi yang terlalu lama juga dapat membuat vagina terasa nyeri.

"Tentu saja Anda akan merasa sakit jika Anda sangat bersemangat," ujar direktur program kedokteran seksual wanita di departemen kebidanan dan ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, dr Leah Millheiser.

Terutama jika kurang pelumas, sesi seks yang menggairahkan justru dapat menyebabkan sedikit robekan di jaringan vagina. dr Millheiser menyarankan untuk beristirahat dahulu setelah berhubungan seks.

5. Efek mengonsumsi pil KB

Pil KB dengan dosis rendah dikaitkan dalam banyak kasus sakit pada vagina. Efeknya dapat membuat jaringan vagina menjadi lebih tipis, kering, dan membuatnya lebih rentan terhadap iritasi dan nyeri.

Diskusikan dengan dokter terkait penggantian pil KB yang tetap aman dan sesuai kondisi kesehatan.

6. Otot dasar panggul mengencang

Bagi para wanita yang aktif, maka sering merasakan kaku di paha belakang, dan otot dasar panggul. Kegiatan seperti berlari, melakukan SoulCycle, dan duduk dengan postur tubuh yang buruk di tempat kerja, dapat membuat otot tidak dapat rileks selama melakukan hubungan seks.

Terapi fisik dasar panggul dapat membantu mengendurkan otot dasar panggul. Sementara itu, coba ubah posisi seks agar lebih terkontrol.

7. Mengalami infeksi jamur

Hubungan seks bisa menjadi tidak nyaman jika wanita mengalami infeksi jamur karena vulva yang meradang. Gairah seksual juga cenderung meningkatkan kelembapan vagina, yang dapat memperparah rasa gatal, ketidaknyamanan, atau rasa terbakar akibat jamur.

Jika mengalami rasa gatal dan nyeri saat buang air kecil, periksakan diri ke dokter kandungan. Infeksi jamur sangat umum terjadi, dan memiliki banyak pilihan pengobatan.

8. Bisa jadi estrogen rendah

Estrogen adalah hormon yang membantu menjaga pelumasan, elastisitas, dan ketebalan vagina. Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ketika kadar estrogen dalam tubuh wanita rendah, maka dapat mengalami penipisan, pengeringan, dan peradangan pada dinding vagina. Hal itu yang mungkin menyebabkan vagina sakit.

Biasanya, terjadi jika seorang wanita sedang mengalami menopause, sedang menyusui, baru saja melahirkan, atau sedang mengonsumsi obat anti-estrogen. Untuk itu, tingkatkan hormon estrogen dengan mengonsumsi buah kering, kacang kedelai, sayuran, buah persik, dan lainnya.



Simak Video "WHO Soroti Hal Ini Terkait Ancaman Cacar Monyet yang Kian Serius"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT