Senin, 03 Jan 2022 05:30 WIB

Posisi Seks Bisa Tentukan Jenis Kelamin Bayi, Mitos atau Fakta?

Hartaty Varadifa - detikHealth
Shot of a couple lying under a blanket with hearts scattered on the bed Posisi seks (Foto: Getty Images/PeopleImages)
Jakarta -

Sebagian pasangan ingin memiliki anak sesuai dengan jenis kelamin yang mereka inginkan. Misalnya ada pasangan yang menginginkan bayi laki-laki setelah memperoleh anak perempuan di kehamilan pertama atau sebaliknya.

Untuk mencapai hal tersebut sebagian pasangan mungkin masih menganggap bahwa melakukan hubungan seksual dengan posisi tertentu dapat menghasilkan gender perempuan atau laki-laki.

Sebenarnya, apakah benar posisi hubungan seksual dapat menentukan jenis kelamin yang diinginkan?

Dikutip dari Parents, Jeffrey Steinberg, MD, direktur program pemilihan jenis kelamin di Fertility Institutes di Los Angeles menegaskan bahwa tidak ada posisi seks yang dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi baik itu laki-laki atau perempuan.

Sayangnya masih banyak yang mempercayai bahwa memang posisi seks dapat menentukan gender tertentu. Seperti mitos yang menyatakan bahwa bercinta dengan berdiri akan memperoleh anak laki-laki. Sedangkan posisi bercinta misionaris akan mendapatkan anak perempuan.

Tidak hanya posisi seks, waktu dan durasi juga dikaitkan dengan penentuan gender bayi. Misalnya, bercinta saat bulan purnama akan menghasilkan bayi laki-laki. Atau ada tanggal tertentu yang diperbolehkan untuk bercinta agar menentukan gender bayi yang diinginkan. Padahal pernyataan ini hanyalah sebuah mitos.

Seorang ginekolog, Olatoye Ogundipe turut menjelaskan bahwa jenis kelamin seorang anak yang ditentukan oleh posisi bercinta merupakan hal yang keliru dan menyesatkan. Karena pada dasarnya pembentukan anak lebih dari sekadar seks oleh pasangan, banyak yang terjadi di dalam tubuh.

Selain itu sebuah klaim yang menyebutkan bahwa waktu tertentu dari siklus menstruasi juga berperan dalam menentukan untuk memiliki anak laki-laki atau perempuan. Padahal pernyataan ini tidak terbukti secara medis.

Ia menjelaskan bahwa sperma pembawa kromosom merupakan X atau Y sedangkan sel telur perempuan X. Jika sperma pembawa Y bertemu sel telur terlebih dahulu maka menghasilkan XY yaitu laki-laki dan jika X menjadi XX yang merupakan seorang perempuan.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]