Rabu, 05 Jan 2022 19:45 WIB

Miss V Bau Ikan Asin? Kenali 7 Variasi Aroma Organ Intim dan Penyebabnya

Hartaty Varadifa - detikHealth
Close-up Of A Womans Leg Near High Heels On Hardwood Floor Miss V bau tak sedap? Kenali penyebabnya (Foto: istock)
Jakarta -

Setiap wanita memiliki aroma vagina yang bervariasi dari yang bau asam hingga seperti bau amis. Hal ini biasanya disebabkan oleh siklus menstruasi atau setelah berhubungan seks. Keringat normal juga bisa menyebabkan bau vagina.

Penyebab umum bau vagina yang tidak normal biasanya karena kebersihan vagina yang buruk.

Selain itu bau vagina juga dipicu oleh bakteri, infeksi hingga kanker. Seperti Vaginosis bakterial yaitu pertumbuhan berlebih dari bakteri vagina dan Trikomoniasis merupakan infeksi menular seksual, ataupun kanker vagina dan kanker serviks.

Tetapi sebenarnya bau vagina itu seperti apa aja sih? Berikut 7 variasi bau vagina dan penyebabnya:

1. Bau seperti fermentasi

Sangat umum bagi vagina untuk menghasilkan aroma yang tajam atau asam. Banyak yang mengaitkannya dengan bau makanan fermentasi. Faktanya, yogurt, dan bahkan beberapa bir asam mengandung jenis bakteri baik atau Lactobacilli yang sama seperti bau vagina yang sehat.

2. Bau seperti tembaga

Banyak orang mengungkapkan bahwa bau vagina seperti tembaga dan logam. Padahal aroma seperti logam ini biasanya disebabkan oleh darah.

Darah mengandung zat besi, yang memiliki bau logam dimana penyebab paling umum dari darah adalah menstruasi.

Adapun penyebab lainnya yaitu seks. Pendarahan ringan setelah berhubungan seks bisa menjadi hal biasa. Umumnya karena kekeringan vagina atau seks yang kuat yang dapat menyebabkan luka kecil atau goresan. Untuk mencegahnya, coba gunakan pelumas.

3. Bau manis seperti molase

Alasan untuk bau manis biasanya karena bakteri. Salah satunya PH vagina sebagai ekosistem bakteri yang selalu berubah.

4. Bau kimia

Aroma vagina juga ada yang seperti aroma bahan kimia seperti kamar mandi yang baru dibersihkan. Atau baunya mirip dengan pemutih dan amonia.

Alasan utamanya adalah air seni. Urine mengandung produk sampingan dari amonia yang disebut urea. Penumpukan urin di pakaian dalam atau di sekitar vulva wanita bisa menghilangkan bau kimia. Perlu diingat, urin yang berbau amoniak merupakan tanda dehidrasi.

Bau kimia ini juga dikategorikan dengan bau amis yang disebabkan oleh Vaginosis bakteri. Vaginosis bakterialis adalah infeksi yang sangat umum terjadi. Adapun gejalanya meliputi:

  • Bau busuk atau amis
  • Debit abu-abu, putih, atau hijau
  • Vagina gatal
  • Terasa seperti ada pembakaran saat buang air kecil

5. Bau keringat

Bau vagina bahkan bisa sama dengan bau badan, halini dikarenakan terdapat kelenjar keringat di bagian vagina.

Bau keringat ini disebabkan oleh adanya stres emosional. Tubuh mengandung dua jenis kelenjar keringat, apokrin dan ekrin. Kelenjar ekrin menghasilkan keringat untuk mendinginkan tubuh dan kelenjar apokrin merespons emosi.

Kelenjar apokrin ini mengisi ketiak hingga ke area selangkangan. Saat sedang stres atau cemas, kelenjar apokrin menghasilkan cairan seperti susu. Dengan sendirinya cairan ini tidak berbau. Tetapi ketika cairan ini bersentuhan dengan banyak bakteri vagina di vulva maka bisa menghasilkan aroma yang menyengat.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kembali Bak Perawan dalam 30 Menit!"
[Gambas:Video 20detik]