Jumat, 07 Jan 2022 19:33 WIB

Bau Vagina Amis Mirip Ikan Asin? Mungkin Ini Penyebabnya

Hartaty Varadifa - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Foto: Getty Images/iStockphoto/Soifer
Jakarta -

Setiap wanita memiliki aroma vagina yang bervariasi dan hal tersebut adalah normal. Namun biasanya ada yang berbau lumayan tajam. Hal ini biasanya disebabkan oleh siklus menstruasi atau setelah berhubungan seks.

Penyebab umum bau vagina yang tidak normal biasanya karena kebersihan vagina yang buruk.

Bau vagina juga dipicu oleh bakteri, infeksi hingga kanker. Beberapa hal yang memicu bau vagina kurang sedap misalnya vaginosis bakterial yaitu pertumbuhan berlebih dari bakteri vagina.

Tetapi sebenarnya bau vagina itu seperti apa aja sih? Berikut 7 variasi bau vagina dan penyebabnya:

1. Bau seperti fermentasi

Sangat umum bagi vagina untuk menghasilkan aroma yang tajam atau asam. Banyak yang mengaitkannya dengan bau makanan fermentasi. Faktanya, yogurt, dan bahkan beberapa bir asam mengandung jenis bakteri baik atau Lactobacilli yang sama seperti bau vagina yang sehat

2. Bau seperti tembaga

Banyak orang mengungkapkan bahwa bau vagina seperti tembaga dan logam. Padahal aroma seperti logam ini biasanya disebabkan oleh darah.

Darah mengandung zat besi, yang memiliki bau logam dimana penyebab paling umum dari darah adalah menstruasi.

Adapun penyebab lainnya yaitu seks. Pendarahan ringan setelah berhubungan seks bisa menjadi hal biasa. Umumnya karena kekeringan vagina atau seks yang kuat yang dapat menyebabkan luka kecil atau goresan. Untuk mencegahnya, coba gunakan pelumas.

3. Bau manis seperti molase

Alasan untuk bau manis biasanya karena bakteri. Salah satunya PH vagina sebagai ekosistem bakteri yang selalu berubah.

4. Bau kimia

Aroma vagina juga ada yang seperti aroma bahan kimia seperti kamar mandi yang baru dibersihkan. Atau baunya mirip dengan pemutih dan amonia.

Alasan utamanya adalah air seni. Urine mengandung produk sampingan dari amonia yang disebut urea. Penumpukan urin di pakaian dalam atau di sekitar vulva wanita bisa menghilangkan bau kimia. Perlu diingat, urin yang berbau amoniak merupakan tanda dehidrasi.
Bau kimia ini juga dikategorikan dengan bau amis yang disebabkan oleh Vaginosis bakteri. Vaginosis bakterialis adalah infeksi yang sangat umum terjadi. Adapun gejalanya meliputi:

  • Bau busuk atau amis
  • Debit abu-abu, putih, atau hijau
  • Vagina gatal
  • Terasa seperti ada pembakaran saat buang air kecil

5. Bau keringat

Bau vagina bahkan bisa sama dengan bau badan, hal ini dikarenakan terdapat kelenjar keringat di bagian vagina.

Bau keringat ini disebabkan oleh adanya stres emosional. Tubuh mengandung dua jenis kelenjar keringat, apokrin dan ekrin. Kelenjar ekrin menghasilkan keringat untuk mendinginkan tubuh dan kelenjar apokrin merespons emosi.

Kelenjar apokrin ini mengisi ketiak hingga ke area selangkangan. Saat sedang stres atau cemas, kelenjar apokrin menghasilkan cairan seperti susu. Dengan sendirinya cairan ini tidak berbau. Tetapi ketika cairan ini bersentuhan dengan banyak bakteri vagina di vulva maka bisa menghasilkan aroma yang menyengat.

6. Bau amis

Aroma vagina terkadang juga berbau amis. Hal ini biasanya disebabkan oleh Vaginosis bakteri. Selain itu juga dapat disebabkan oleh Trikomoniasis yang merupakan infeksi menular seksual paling umum. Tidak perlu khawatir infeksi ini dapat disembuhkan dan mudah diobati dengan antibiotik.

Bau amis pada trikomoniasis memiliki bau yang sangat menyengat. Dan jika terus mengalami bau amis yang kuat vagina bisa terindikasi dalam kondisi yang lebih serius.

7. Bau seperti organisme yang membusuk

Bau busuk yang membuat hidung mengernyit dan wajah berkerut jelas bukan hal yang biasa. Jika baunya busuk, seperti organisme mati biasanya terjadi di dalam vagina bukan di bagian luarnya.

Umumnya disebabkan oleh tampon yang tertinggal. Membiarkan tampon secara tidak sengaja berhari-hari, bahkan berminggu-minggu di dalam vagina akan mengeluarkan aroma busuk.



Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)