Kamis, 10 Mar 2022 19:30 WIB

Terkuak, Rata-rata Ukuran Mr P Menurut Studi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Diet, fitness and health concept presented by yellow banana wrapped in measure tape isolated on yellow paper background Ukuran penis (Foto: iStock)
Jakarta -

Kekhawatiran tentang ukuran penis dapat memicu stres dan menyebabkan disfungsi seksual pada pria yang berpikir ukuran penis mereka kecil.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Health Psychology, 68 persen pria yang disurvei mengatakan mereka khawatir tentang ukuran penis. Kekhawatiran sebagian besar didorong oleh harapan yang tidak realistis tentang rata-rata ukuran penis.

Padahal, ukuran penis umumnya tidak secara langsung mempengaruhi kegiatan seksual. Sayangnya, banyak pria terlanjur cemas dengan ukuran penis mereka sehingga berpengaruh pada masalah hubungan, bahkan disfungsi ereksi.

Ukuran rata-rata penis

Secara statistik, panjang rata-rata penis saat ereksi adalah 6 inci atau 15 sentimeter sedangkan lingkar rata-rata adalah 5 inci atau 12,7 sentimeter. Rata-rata penis saat tidak ereksi (lunak) berukuran 3,6 inci atau sama dengan sembilan sentimeter.

Cara mengukur penis bisa dengan menggunakan penggaris atau pita pengukur. Tips untuk memastikan pengukurannya akurat adalah saat penis ereksi, ukur dari ujung penis hingga ke tulang kemaluan lalu letakkan penggaris di sisi atas penis.

Untuk mengukur kelilingnya, dengan cara bungkus di sekitar bagian tengan poros menggunakan penggaris lalu lilit dengan seutas tali di sekitar porosnya.

Apakah ukuran penis sangat penting dalam berhubungan seksual?

Para pria percaya bahwa ukuran itu penting, mereka akan mengalami stres jika merasa memiliki ukuran penis yang kecil.

Dalam sebuah penelitian terhadap orang-orang heteroseksual yang diterbitkan British Journal of Urology International, 85 persen wanita puas dengan ukuran penis pasangannya, sementara 45 persen pria berpikir bahwa penisnya sendiri terlalu kecil. Artinya, ukuran penis tidak menjadi patokan penting saat bercinta.



Simak Video "Vaginismus Bisa Jadi Pemicu 'Pasangan Gancet'"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)