Ssst! Ternyata Ini Lho Alasan Seks Terasa Enak

ADVERTISEMENT

Ssst! Ternyata Ini Lho Alasan Seks Terasa Enak

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Minggu, 08 Mei 2022 18:30 WIB
Young female holding hands sensually on red silk bed.
Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Seks menjadi salah satu kebutuhan bagi manusia, terutama untuk mereka yang sudah menikah. Umumnya manusia menikmati seks sebagai bentuk dari ekspresi kasih sayang yang memberikan kenikmatan tersendiri.

Tak jarang, banyak hal yang dilakukan untuk membuat seks terasa lebih enak. Mulai dari mencoba berbagai posisi seks hingga menggunakan mainan seks atau sex toys.

Apa Sih yang Membuat Seks Terasa Enak?

Menurut seksolog Dr Laura McGuire, PhD, ada tiga alasan fisiologis utama yang membuat seseorang merasakan kenikmatan seksual, yaitu saraf pudendal, dopamin, dan oksitosin.


1. Saraf Pudendal

Saraf pudendal adalah saraf besar dan sensitif yang memungkinkan alat kelamin seseorang mengirim sinyal ke otak. Pada wanita, saraf ini memiliki cabang di klitoris, anus, dan perineum (daerah antara anus dan vulva atau anus dan penis). Pada pria, saraf ini bercabang ke anus, perineum, dan penis.

"Penting bagi wanita untuk menyadari bahwa saraf tidak memiliki banyak konsentrasi di dalam saluran vagina. Sebagian besar ujung saraf pudendal terfokus pada klitoris," kata Dr McGuire yang dikutip dari laman Refinery29, Minggu (8/5/2022).

"Itulah mengapa bagi orang yang memiliki vulva untuk berjuang mencapai orgasme hanya dari seks penetrasi, dan mengapa klitoris sering dianggap sebagai pembangkit tenaga kenikmatan seksual wanita," lanjutnya.

2. Dopamin dan Oksitosin

Saat berhubungan seks, saraf pudendal akan mengirim sinyal dari alat kelamin ke otak. Kemudian, otak akan melepaskan dopamin dan oksitosin yang menimbulkan perasaan bahagia, menyenangkan, dan kenikmatan.

"Oksitosin yang sering disebut 'hormon cinta' itulah yang membuat kita merasa terikat pada orang atau benda," tuturnya.

"Itulah yang membuat Anda merasa pasangan Anda istimewa dan Anda tidak bisa mendapatkan cukup kenikmatan dari mereka."

Seperti oksitosin, dopamin juga membantu mengkoneksikan tubuh dan otak. Ini yang menghubungkan kesenangan emosional dengan kesenangan fisik saat berhubungan seks.

"Jadi, itulah hormon yang membuat Anda berpikir, merasa baik dan ingin 'mari kita lakukan lagi dan lagi dan lagi'," bebernya.



Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT