ADVERTISEMENT

Sabtu, 14 Mei 2022 19:30 WIB

7 Penyebab Vagina Terasa Terlalu Sempit dan Cara Menanganinya

Rosiana Muliandari - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Foto: iStock
Jakarta -

Ada berbagai alasan mengapa vagina terkadang terasa terlalu ketat. Kondisi ini sering mengakibatkan rasa sakit saat bercinta.

Faktanya, American College of Obstetricians and Gynecologists memperkirakan ada 3 dari 4 wanita yang mengalami rasa sakit saat berhubungan seksual di beberapa titik dalam hidup mereka.

Kabar baiknya adalah, dalam banyak kasus, rasa nyeri ini dapat diidentifikasi dan diobati. Mengutip dari Insider, berikut 7 penyebab vagina terasa terlalu ketat dan cara menanganinya.

1. Vaginismus

Vaginismus merupakan kondisi medis saat otot-otot dasar panggul mengencang tanpa disengaja saat, biasanya, untuk mengantisipasi penetrasi vagina baik saat berhubungan seks, sebelum memasukkan tampon, atau selama pemeriksaan panggul.

Beberapa gejala vaginismus adalah vagina mengetat tiba-tiba, rasa sakit yang membakar atau menyengat di vagina, nyeri saat berhubungan seks, saat memasukkan tampon atau selama pemeriksaan panggul, dan kejang otot di vagina.

Kondisi ini dapat disembuhkan dengan melakukan beberapa jenis terapi seperti terapi fisik dasar panggul untuk mengurangi ketegangan pada otot-otot dasar panggul, terapi dengan dilator vagina untuk meregangkan vagina, dan terapi perilaku kognitif (CBT).

2. Penyakit Menular Seksual

Komplikasi dari berbagai jenis penyakit menular seksual seperti klamidia atau gonore (kencing nanah) dapat menyebabkan rasa sakit saat bercinta.

Klamidia memiliki gejala seperti sensasi terbakar saat buang air kecil dan keputihan yang tidak normal. Selain itu, gonore dapat memiliki gejala yang mirip yaitu nyeri saat buang air kecil dan meningkatnya keputihan.

Jika mengalami kondisi tersebut, sangat disarankan untuk mendapatkan pengobatan sesegera mungkin untuk menghindari penyakit radang panggul yang dapat menyebabkan infertilitas, kehamilan ektopik, dan sakit perut jangka panjang.

Kemudian cara utama untuk mencegah terjadinya penyakit menular seksual adalah dengan mempraktikkan seks aman seperti dengan menggunakan kondom saat bercinta.

3. Infeksi Jamur Vagina

Infeksi jamur vagina adalah infeksi jamur yang dapat menyebabkan iritasi, rasa terbakar, gatal, kekeringan, dan pembengkakan pada vagina yang dapat membuatnya terasa kencang.

Untungnya, infeksi ini mudah diobati dengan obat anti-jamur. Obat-obatan tersebut tersedia di apotek atau dengan resep dokter.

4. Dispareunia

Dispareunia adalah istilah umum untuk hubungan seksual yang menyakitkan. Vaginismus menjadi salah satu kondisi yang masuk ke kategori ini.

Pengobatan untuk berbagai jenis dispareunia tergantung pada penyebabnya. Meski begitu, dispareunia dapat diobati dengan terapi-terapi yang umumnya digunakan untuk mengobati vaginismus.

5. Melahirkan

Kadar estrogen cenderung menurun setelah melahirkan. Hal tersebut dapat menyebabkan vagina menjadi lebih tipis, kering, dan kurang elastis. Selain itu, menyusui juga dapat lebih menekan kadar estrogen.

Beberapa perawatan untuk vagina yang kencang setelah melahirkan antara lain adalah krim estrogen topikal untuk mengembalikan elastisitas vagina, pelembap atau pelumas vagina, dan terapi estrogen.

6. Menopause

Menopause merupakan sebuah "tanda" akhir dari tahun-tahun reproduksi wanita. Selama waktu ini, ovarium berhenti memproduksi estrogen dan menghentikan menstruasi. Sama seperti setelah melahirkan, penurunan estrogen ini dapat menyebabkan vagina terasa kencang.

Pilihan pengobatan untuk pengetatan vagina yang terkait dengan menopause mirip dengan pengobatan vagina yang ketat setelah melahirkan.

7. Pengobatan Kanker

Terapi penghambat estrogen sering diberikan untuk mengobati kanker payudara dan ovarium. Obat-obatan yang digunakan saat terapi tersebut dapat menyebabkan vagina terasa kencang. Kondisi ini dapat dibantu diobati dengan pelembab atau pelumas vagina dan terapi fisik dasar panggul.

Selain terapi tersebut, radiasi langsung ke daerah panggul dapat menyebabkan penyempitan saluran vagina. Menggunakan dilator vagina sangat penting untuk menjaga panjang dan diameter saluran vagina yang mungkin dipengaruhi oleh radiasi panggul.



Simak Video "Dokter Boyke Angkat Bicara Soal Heboh Istilah 'Husband Stitch'"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT