Sabtu, 21 Mei 2022 19:06 WIB

Begini Perubahan Miss V Seiring Bertambahnya Usia

Rosiana Muliandari - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Bertambahnya usia seseorang dapat menjadi salah satu terjadinya berbagai perubahan kondisi tubuh. Kerutan di wajah, kekuatan otot yang berkurang, serta penurunan tinggi tubuh menjadi beberapa perubahan yang terjadi saat seseorang menua.

Tidak hanya itu, ternyata, pada wanita, vagina juga dapat ikut berubah. Dikutip dari Healthline, berikut perubahan yang terjadi pada vagina dari usia 20-an hingga 50 ke atas. Jangan khawatir, semua perubahan ini natural!

Usia 20-an Jadi Puncak Kesehatan Vagina

Di usia 20-an, vagina berada dalam "puncak" kesehatannya. Hal ini disebabkan karena hormon-hormon seks, seperti esterogen, juga berada dalam puncaknya. Estrogen sendiri berfungsi untuk membuat vagina tetap terlumasi, elastis, dan asam.

Tidak hanya itu, labia luar atau labia mayora, salah satu lipatan kulit yang di sekitar vagina, terlihat tipis dan mungkin tampak lebih kecil. Libido para wanita di usia 20-an juga berada di puncaknya.

Elastisitas Vagina Mulai Berubah di Usia 30-an

Saat menginjak usia 30-an, labia minora, atau labia dalam, mulai berubah warna menjadi lebih gelap karena adanya perubahan hormon. Tidak hanya itu, kehamilan juga dapat menjadi faktor lainnya dalam perubahan vagina di usia ini.

Saat sedang hamil, keputihan (vaginal discharge) akan meningkat dan dapat mengeluarkan bau yang ringan. Namun, jika keputihan berwarna hijau, kuning, atau mengeluarkan bau busuk atau amis, disarankan untuk segera pergi ke dokter.

Kemudian, setelah melahirkan, vagina akan kehilangan elastisitasnya dan lebih meregang dari biasanya. Meski begitu, elastisitas vagina dapat secara alami kembali seperti sebelum melahirkan. Olahraga kegel juga dapat membantu vagina kembali elastis.

Dinding Vagina Menipis dan Mengering Saat Usia 40-an

Pra-menopause, rentang waktu sebelum menstruasi sepenuhnya berhenti, cenderung terjadi pada wanita di usia 40-an. Hal ini dapat menyebabkan kadar estrogen mulai menurun. Penurunan tersebut kemudian dapat membuat dinding vagina menipis dan mengering.

Kondisi tersebut sering dikenal juga sebagai atrofi vaginal. Tablet estrogen atau penggunaan minyak zaitun dan minyak kelapa dapat membantu vagina tetap lembap. Tidak hanya itu, bercinta secara reguler dengan pasangan juga dapat membuat vagina tetap elastis.

Lalu, rambut kemaluan juga dapat menjadi lebih tipis dan berwarna abu-abu saat di usia 40-an.

Vulva Terlihat "Mengecil" di Usia 50-an ke Atas

Saat menginjak usia 50-an, para wanita cenderung telah mengalami menopause yang dapat menyebabkan kadar estrogen menurun lumayan drastis,

Kadar estrogen yang rendah membuat para wanita di usia 50-an ke atas cenderung mengalami atrofi vagina, membuat vulva terlihat "mengecil". Tidak hanya itu, estrogen yang rendah dapat mengubah keasaman di vagina, dapat meningkatkan risiko infeksi karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan.

Estrogen rendah juga dapat berdampak pada saluran kemih, menyebabkan kebocoran urin, kandung kemih yang terlalu aktif, dan frekuensi buang air kecil.

Perubahan-perubahan tersebut merupakan suatu hal yang natural dan tidak perlu dikhawatirkan. Meski begitu, disarankan untuk segera ke dokter jika mengalami:

  • Sensasi terbakar atau nyeri pada vagina
  • Keputihan berwarna hijau atau kuning, kental, berbau tidak sedap
  • Pendarahan vagina yang tidak dapat dijelaskan
  • Hubungan intim yang menyakitkan
  • Gatal pada vagina yang persisten



Simak Video "Dokter Boyke Angkat Bicara Soal Heboh Istilah 'Husband Stitch'"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)