Minggu, 22 Mei 2022 19:47 WIB

Keputihan Bikin Vagina Gatal? Ini Kemungkinan Sebab dan Cara Mengatasinya

Dzihni Ismah Hanifah - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Foto: iStock
Jakarta -

Keputihan normalnya tidak akan menimbulkan sensasi apa pun yang mengganggu. Namun, ada saja wanita yang mengalami keputihan sampai bikin vagina terasa gatal. Kondisi ini bisa jadi tanda penyakit, apalagi jika disertai dengan berbagai gejala lainnya.

Dikutip dari Cleveland Clinic, dalam waktu sebulan biasanya akan ada masa keputihan keluar atau di akhir masa periode menstruasi.

Keputihan yang normal terjadi saat vagina mengeluarkan cairan yang biasanya jernih atau sedikit keruh, tidak menyebabkan iritasi, dan sedikit bau.

Tetapi ketika keputihan memiliki bau yang sangat menyengat dan membuat iritasi, maka keputihan tersebut dianggap tidak normal. Rasa gatal bisa muncul di area intim, terlebih di malam hari.

Gatal yang masih ringan sering diakibatkan karena penggunaan produk yang mengiritasi kulit sensitif di sekitar vagina. Misalnya penggunaan pembalut, bahan pakaian dalam, sabun, detergen pakaian dalam dan lainnya. Biasanya rasa gatal akan hilang jika berhenti menggunakan produk yang memicu gatal pada kulit.

Para ahli kesehatan tidak menyarankan menggunakan produk untuk membersihkan daerah kewanitaan, karena sebenarnya vagina bisa membersihkan dirinya sendiri. Produk pembersih yang digunakan justru akan mengganggu kemampuan vagina dalam membersihkan.

Lalu apalagi penyebab gatal pada vagina dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab Vagina Gatal

Vaginosis Bakterial (BV) adalah infeksi yang paling umum dan sering mempengaruhi perempuan di usia subur. BV terjadi ketika ada ketidakseimbangan bakteri baik yang normalnya ada di vagina. Adapun gejala yang disebabkan BV yakni gatal, nyeri, dan ada sensasi terbakar, keputihan berwarna putih atau abu-abu, dan bau tidak sedap.

Namun belum diketahui penyebab pasti dari BV, tetapi beberapa di antaranya telah dihubungkan dengan aktivitas seksual.

Kondisi Kulit

Ada beberapa kondisi kulit yang umumnya menyebabkan gatal di sekitar vagina, yakni psoriasis, dermatitis seboroik, dermatitis kontak alergi, folikulitis, dan dermographism. Jika kamu mengalami kondisi tersebut, lebih baik segera konsultasikan ke dokter.

Cara Mengatasinya

Untuk mencegah terjadi gatal pada vagina, bisa dilakukan dengan cara menjaga kebersihan area kewanitaan dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Selain itu, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah infeksi pada vagina, seperti menggunakan air hangat untuk membersihkan vagina, hindari sabun beraroma, menggunakan celana dalam berbahan katun, dan hindari penggunaan semprotan vagina.



Simak Video "Dokter Boyke Angkat Bicara Soal Heboh Istilah 'Husband Stitch'"
[Gambas:Video 20detik]
(Dzihni Ismah Hanifah/fds)