Senin, 23 Mei 2022 21:29 WIB

5 Penyebab Vagina Bau Tak Sedap, Salah Satunya Bisa Jadi Tanda Bahaya

Tasya Kania Azzahra - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Foto: iStock
Jakarta -

Setiap wanita memiliki aroma vagina yang berbeda karena bau vagina berasal dari kimia dalam tubuh, tingkat keringat, serta makanan yang dikonsumsi. Namun, aroma vagina yang terlalu kuat dan tidak sedap membuat wanita menjadi tidak percaya diri.

Untuk itu mengetahui penyebab bau vagina bisa meminimalisir aroma yang tidak sedap. Dikutip dari Health ada 5 penyebab di balik perubahan bau vagina yaitu:

1. Sedang dalam masa haid

"Memiliki bau saat menstruasi adalah hal yang normal," kata Jennifer Landa, dokter kandungan di BodyLogicMD di Orlando, Florida pada Health.

Saat menstruasi juga bukan hanya darah yang keluar tetapi ada bakteri yang berasal dari jaringan rahim yang keluar. Jadi tidak heran apabila aroma vagina akan menjadi lebih kuat saat awal-awal periode menstruasi.

2. Baru melakukan hubungan seks

Bau busuk setelah seks adalah campuran kuat keringat dan cairan vagina, tidak hanya itu air mani yang bercampur dengan bakteri normal di dalam vagina juga menyebabkan semacam aroma yang tajam.

Namun, perlu diperhatikan apabila terjadi bau amis yang kuat hal ini menjadi tanda adanya infeksi vagina. Sehingga, lebih baik untuk berkonsultasi ke dokter apabila disertai dengan keputihan yang encer.

3. Makan makanan yang mengandung bau tidak sedap

Sama seperti beberapa makanan yang dapat mengubah bau napas, makanan juga bisa membuat aroma tubuh bagian bawah menjadi berubah. Bawang, asparagus, kari, dan daging merah adalah penyebab umum dari perubahan aroma ini.

4. Terkena penyakit menular seksual

Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri, seperti klamidia dan gonore dapat memicu bau busuk yang tidak sedap. PMS lain yang memicu bau busuk atau amis adalah trikomoniasis, yang disebabkan oleh parasit.

5. Mengalami infeksi jamur

Petunjuk umum dari infeksi jamur adalah gatal, iritasi, dan keluar cairan kental yang berbeda dengan keputihan.

Terkadang disertai dengan bau yang tidak sedap, apabila mengalami infeksi jamur segera temui dokter kandungan untuk untuk mendapatkan diagnosis.



Simak Video "Dokter Boyke Angkat Bicara Soal Heboh Istilah 'Husband Stitch'"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)