Pasutri Hati-hati, 3 Gaya Seks Ini Tingkatkan Risiko Penis Patah

ADVERTISEMENT

Pasutri Hati-hati, 3 Gaya Seks Ini Tingkatkan Risiko Penis Patah

Tasya Kania Azzahra - detikHealth
Minggu, 29 Mei 2022 19:00 WIB
Banana as a symbol of male penis in hand on a yellow background hidden by censorship. Sexual masturbation and orgasm, impotence problem. Self-pleasure concept.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrii Zastrozhnov
Jakarta -

Fraktur penis adalah cedera serius yang berpotensi menyebabkan disfungsi ereksi atau komplikasi lainnya bila tidak segera ditangani. Biasanya, penis yang patah ditandai dengan suara retakan hingga mengalami memar gelap di sekitar penis.

Dikutip dari Medical Daily, seorang pria di China mengalami rasa sakit yang luar biasa akibat penisnya patah setelah melakukan hubungan seks yang terlalu bersemangat.

Hingga akhirnya ia harus mendapatkan perawatan darurat dan operasi untuk memperbaiki fraktur penisnya di Rumah Sakit Guangxi Minzu, China.

Menurut dokter di Rumah Sakit Guangxi Minzu, patah tulang penis sering terjadi di antara pria berusia 20 sampai 40 tahun, dan paling sering diakibatkan oleh masturbasi dan posisi hubungan seks yang kasar.

Sebuah studi terkait kemajuan urologi pada tahun 2014 juga menyebutkan posisi seks menjadi tren dari risiko penis patah.

Di antara posisi seks tersebut, berikut 3 posisi seks yang berisiko membuat penis patah atau cedera:

1. Doggy Style

Doggy style adalah salah satu posisi hubungan seksual yang menjadi favorit pasangan. Posisi doggy style dilakukan dengan cara wanita dalam posisi merangkak dan pria melakukan penetrasi ke vagina dari arah belakang.

Dengan melakukan posisi doggy style, pria akan mengerahkan banyak tenaga saat melakukan penetrasi yang jika dilakukan dengan benar bisa salah belok dan membuat penis patah.

2. Cowgirl

Dalam 28 kasus cedera penis, posisi cowgirl bertanggung jawab atas 14 kasus. Posisi cowgirl identik dengan perempuan berada di atas pria.

3. Misionaris

Posisi misionaris adalah posisi seks yang dilakukan dengan posisi wanita berbaring terlentang di bawah pria, posisi ini juga sering disebut sebagai salah satu posisi yang bisa memperbesar peluang kehamilan karena posisi yang saling berhadapan bisa membuat penetrasi terjadi lebih dalam.

Namun, posisi misionaris dapat meningkatkan risiko patah tulang penis, karena dalam posisi ini pria memiliki kendali atas dorongan dan jika dilakukan secara kuat bisa menyebabkan penis patah. Bahkan, 21 persen kasus penis patah terjadi akibat posisi seks ini.

Untuk menghindari risiko penis patah saat berhubungan seks, pilihlah posisi seks yang paling aman dan nyaman bagi pasangan.



Simak Video "Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT