ADVERTISEMENT

Senin, 13 Jun 2022 19:31 WIB

Kenali Tanda-tanda Sperma yang Kurang Sehat

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Fakta dari Mitos Makanan untulk Kualitas Sperma Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Pasangan yang telah menikah umumnya ingin segera memiliki keturunan dan menjadi orang tua. Terkadang tubuh seseorang sedang dalam kondisi yang berbeda-beda, sehingga beberapa pasangan mengalami kesulitan dalam memperoleh momongan.

Banyak faktor yang memengaruhi seseorang untuk sulit memiliki keturunan. Perlu diingat bahwa kondisi sulit hamil bisa disebabkan oleh kondisi tubuh suami maupun istri.

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kehamilan adalah kualitas sperma suami. Namun, banyak pria yang tidak memikirkan tentang kualitas spermanya, padahal sperma yang buruk dapat menjadi penyebab keguguran.

Seorang dokter kedokteran keluarga Krissi Danielsson, MD, menyatakan bahwa kebanyakan pasangan kerap kali menyalahkan istri jika bermasalah dalam hal kehamilan, padahal faktor suami juga sangat berpengaruh terhadap kehamilan istri, terutama spermanya.

"Kualitas sperma dapat menjadi faktor kehamilan, bahkan menjadi penyebab keguguran," kata Danielsson dikutip dari Very Well Health.

Terdapat penelitian yang melihat hubungan kualitas sperma pria dengan kesuksesan dalam kehamilan, hasilnya terdapat berbagai sperma yang dapat memengaruhi kehamilan, dimulai dari kromosom abnormal hingga fragmentasi DNA.

Danielsson menyarankan jika telah terjadi keguguran, terutama yang telah mengalaminya berkali-kali untuk melakukan pengujian pada suami maupun istri.

Menurut Kevin O Hwang, seorang dokter penyakit dalam menyatakan jika ingin merencanakan kehamilan, maka kualitas sperma menjadi faktor utamanya.

"Meskipun hanya satu sperma yang akan membuahi sel telur, untuk mencapai ke sana bukanlah perkara mudah, sehingga semakin banyak jumlah sperma yang dimiliki akan memiliki peluang sampai lebih besar," ujar Hwang dikutip dari Healthline.

Oligospermia merupakan sebutan ketika jumlah sperma kurang dari rata-rata. Jumlah sperma dianggap rendah apabila berjumlah kurang dari 15 juta per mililiter (mL) air mani. Jumlah rata-rata sperma normalnya adalah 75 juta per ml.

Faktor yang menyebabkan seorang pria memiliki jumlah sperma rendah pun bermacam-macam, seperti kelebihan berat badan, dampak operasi di dalam atau sekitar testis, hingga konsumsi obat-obatan tertentu.

Lalu, apa tanda-tanda sperma dalam keadaan kurang berkualitas? Baca halaman berikutnya.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN BERIKUTNYA



Simak Video "Infeksi Corona Disebut Berpotensi Bikin Mandul"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT