Selasa, 14 Jun 2022 20:30 WIB

4 Mitos Seks Oral, Simak Dulu Sebelum Mencoba

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Young female holding hands sensually on red silk bed. Foto: iStock
Jakarta -

Seks oral merupakan aktivitas seks yang melibatkan mulut, bibir, dan lidah untuk merangsang penis atau vagina pasangan. Beberapa orang melakukan seks oral sebelum melakukan seks vagina.

Sebagian orang enggan melakukan seks oral karena masalah kebersihan. Hal tersebut juga sama seperti yang dikatakan oleh seorang ahli hubungan seksual.

Dikutip dari Times of India, dr Rajan Bhonsle yang merupakan seorang pakar seks menjelaskan mengenai keamanan seks oral.

"Seks oral tidak 100 persen aman dan dapat menyebabkan infeksi. Bagian terburuknya adalah mereka yang melakukan seks oral tidak mengetahui apakah pasangannya membawa penyakit menular atau tidak," ujar Bhonsle.

Maka dari itu, sebelum melakukan oral kenali deretan mitos dan fakta mengenai oral seks yang berkembang di masyarakat.

1. Seks oral menyebabkan kehamilan

Sebagian orang memiliki rasa penasaran untuk melakukan aktivitas dengan cara lain, seperti seks oral. Namun, orang-orang merasa takut untuk melakukan hal tersebut, terutama wanita karena akan berakibat kehamilan.

Faktanya, seks oral tidak akan menyebabkan kehamilan. Meskipun terdapat risiko apabila air mani pria bersentuhan dengan area vagina wanita, namun itu risikonya kecil.

2. Seks oral tidak dapat mencapai orgasme

Orang-orang berpendapat bahwa seks oral hanya dilakukan sebagai pemanasan, sehingga tidak dapat menyebabkan seseorang mencapai orgasme.

Kenyataannya, seks oral sangat mampu untuk membangkitkan gairah seksual seseorang sehingga memiliki peluang untuk mencapai orgasme.

"Umumnya, selama oral seks klitoris wanita akan dirangsang yang dapat memberikan sensasi menyenangkan bagi wanita, sehingga itu dapat menyebabkan orgasme. Begitupun pria, seorang pria yang mendapatkan oral seks sama halnya seperti mereka masturbasi, jadi ada kemungkinan ejakulasi," ujar dr Shivani Sachdev Gour, seorang ahli kesuburan.

3. Seks oral benar-benar aman

Beberapa orang percaya bahwa seks oral merupakan aktivitas seksual yang dapat terhindar dari penyebaran HIV ataupun penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya.

Faktanya, ketika melakukan seks oral dan terjadi pertukaran cairan kelamin dapat menyebabkan infeksi, terutama ketika kondisi mulut sedang terdapat luka.

4. Seks oral tidak perlu menggunakan kondom

Beberapa orang percaya bahwa seks oral tidak perlu menggunakan pengaman seperti kondom, selain mengurangi sensasi, mereka juga percaya bahwa tidak aman menelan pelumas kondom.

Padahal, banyak kondom yang dijual di pasaran dengan berbagai rasa karena hal itu digunakan untuk dilakukan ketika seks oral bersama pasangan.

"Beberapa wanita mungkin tidak menginginkan untuk menelan sperma pria, karena urusan pilihan, maka bisa menggunakan kondom. Untuk urusan pelumas, rasa yang terdapat pada kondom aman karena dirancang khusus untuk tindakan oral," tutur dr Bhonsle.



Simak Video "Alasan Harus Berhenti Ikutan Fenomena FWB Menurut dr Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)