ADVERTISEMENT

Sabtu, 23 Jul 2022 19:30 WIB

Jangan Terlalu 'Bar-bar', 5 Cedera Ini Sering Terjadi Saat Bercinta

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Intimate moment of two lovers in shower, sexual desire and passion, relationship. ilustrasi seks Ilustrasi bercinta. Foto: Getty Images/iStockphoto/Motortion
Jakarta -

Pasangan yang melakukan hubungan seks tentu saja mengharapkan sesi bercinta yang menyenangkan dan memuaskan. Namun, tak jarang sesi bercinta dapat berubah menjadi bencana ketika menimbulkan cedera.

Biasanya, sesi bercinta yang terlalu liar dan beberapa faktor lain bisa menyebabkan cedera saat berhubungan seks.

Untuk meminimalisir risiko, berikut ini lima cedera paling umum yang terjadi ketika berhubungan seks:

Carpet Burn

Gesekan saat berhubungan seks dapat menyebabkan goresan pada bokong, paha, lutut, siku, tangan, dan bahkan wajah. Siapa sangka, luka-luka akibat gesekan ini bisa terasa seperti luka bakar.

Kondisi ini disebabkan oleh aktivitas seks di permukaan yang kasar, seks yang terlalu kuat atau kasar, hubungan seks yang berkepanjangan, menggosok bagian berbulu ke wajah atau akibat gesekan rambut kemaluan yang belum dicukur. Luka ini bisa menyebabkan kemerahan dan iritasi kulit.

Vagina Robek

Betul, bagian vagina bisa terluka seperti luka sayatan akibat aktivitas seks. Biasanya terjadi ketika area vagina kurang cukup basah atau melakukan hubungan seks yang terlalu kasar.

Menggunakan pelumas akan membantu kedua kondisi tersebut. Seksolog juga merekomendasikan buang air kecil sebelum berhubungan seks dan mandi air hangat sebelum berhubungan seks untuk mengendurkan otot sebagai cara untuk menghindari luka besar.

Nyeri Vagina

Vagina bisa terasa sakit setelah aktivitas seks. Ini merupakan hal yang wajar dan umum terjadi yang biasanya disebabkan oleh seks yang kasar, kurang pelumas, terlalu banyak berhubungan seks, dan otot panggul yang lemah.

Namun, rasa sakit yang tidak hilang setelah beberapa hari mungkin merupakan tanda yang lebih serius. Misalnya, rasa sakit saat buang air kecil bisa menjadi tanda penyakit menular seksual atau infeksi saluran kemih.

Sakit punggung dan nyeri otot

Sebuah gerakan tiba-tiba dalam aktivitas seks atau intensitas bercinta yang kuat dapat menyebabkan masalah ini. Luangkan waktu untuk rajin pemanasan dan melakukan sesi istirahat saat bercinta.

Kurang mengonsumsi air putih juga bisa menyebabkan dehidrasi yang dapat meningkatkan risiko kram.

Patah Penis

Patah penis umumnya terjadi karena robekan atau cedera serius pada corpus cavernosum yakni rongga di dalam batang penis yang dipenuhi darah saat ereksi. Beberapa posisi seks dapat meningkatkan risiko patah penis.

Waspada jika mendengar suara letupan atau retak yang terdengar, memar di sekitar area penis dan sakit parah atau kesulitan buang air kecil setelah melakukan aktivitas seks.



Simak Video "KuTips: Tips Pilih Konten Edukasi Seks di Internet Ala dr Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT