ADVERTISEMENT

Senin, 29 Agu 2022 19:30 WIB

4 Tips Rawat Miss V Biar Tetap Kencang dan 'Menggigit'

Alethea Pricila - detikHealth
ilustrasi vagina Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Penting bagi setiap wanita untuk memperhatikan kesehatan tubuhnya terutama kesehatan vagina. Umumnya, vagina memiliki pH asam, mengandung banyak bakteri yang dapat membantu melawan infeksi yang masuk ke vagina serta dapat dilumasi secara alami.

Lalu bagaimana cara mengetahui apakah vagina sehat atau tidak? Vagina yang sehat mengeluarkan sedikit cairan. Tak hanya itu, Leah Millheiser, MD, direktur program pengobatan seksual wanita dari University Medical Center di California, menyebut wanita tidak perlu khawatir ketika mengalami keputihan.

"Keputihan adalah reaksi fisiologis normal, pada dasarnya pelepasan sel serviks dan vagina," ucapnya dikutip dari Everyday Health.

Namun ia juga menjelaskan jika wanita sudah mengalami perubahan bau vagina dan perubahan warna keputihan dan menyebabkan ketidaknyamanan perlu dilakukan konsultasi kepada dokter. Berikut aturan bagi wanita untuk menjaga vagina agar tetap sehat.

1. Lindungi Keseimbangan PH Vagina Tanpa Douching

Douching artinya membersihkan vagina dengan cairan yang disemprotkan ke dalam saluran vagina. Normalnya pH yang dimiliki vagina antara 3,8 hingga 4,5. Dengan menggunakan douching, tingkat pH vagina akan terganggu dan mengurangi keasaman dan mengganggu bioma vagina yang sehat sehingga memungkinkan terjadinya infeksi bakteri.

Jika vagina memiliki bau yang kuat disarankan untuk ke dokter karena douche hanya bisa menutupi bau bukan menyembuhkan. Hindari penggunaan sabun karena mempengaruhi keseimbangan pH yang sehat.

2. Atur Pola Makan Sehat untuk Kesehatan Vagina

Ada beberapa makanan yang bermanfaat untuk kesehatan vagina dan reproduksi. Salah satunya yogurt yang berpotensi untuk membantu mencegah infeksi jamur dan membantu pengobatannya.

"Yogurt kaya akan probiotik, terutama yogurt Yunani biasa, jadi jika seorang wanita rentan terhadap infeksi jamur, mengonsumsi probiotik yang kaya akan (bakteri) Lactobacillus, atau makan yogurt Yunani biasa setiap hari dapat membantu," ucap Millheiser.

3. Melakukan Seks yang Aman

Salah satu cara untuk menjaga kesehatan vagina adalah menggunakan kondom. Saat berhubungan seks, kondom bisa membantu untuk melindungi infeksi menular seksual (IMS). Namun perlu diingat untuk mengganti kondom ketika beralih dari seks oral atau anak ke seks vaginal untuk mencegah masuknya bakteri yang berbahaya ke dalam vagina.

4. Memakai Pakaian yang Kering

Apa yang dikenakan tentu memengaruhi kesehatan vagina. Kenakan pakaian dalam katun yang menyerap keringat dan hindari penggunaan celana dalam yang belum 100 persen kering. Jika rentan terhadap infeksi jamur, ganti pakaian renang basah dan pakaian olahraga yang berkeringat secepat mungkin.

"Jika Anda mengalami banyak kotoran dan kelembaban di siang hari, bawalah dua pasang pakaian dalam setiap hari saat Anda pergi bekerja atau sekolah, dan ganti pakaian dalam Anda di siang hari. Ini akan membantu Anda merasa lebih nyaman dan akan membantu mencegah infeksi," jelas dr Millheiser



Simak Video "Kembali Bak Perawan dalam 30 Menit!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT