ADVERTISEMENT

Kamis, 08 Sep 2022 21:30 WIB

5 Hal yang Mungkin Terjadi Pada Penis di Usia Tua, Mungkinkah Menyusut?

Nurul Febian Danari - detikHealth
Diet, fitness and health concept presented by yellow banana wrapped in measure tape isolated on yellow paper background Ilustrasi penis. Foto: iStock
Jakarta -

Normalnya, manusia mengalami perubahan pada tubuh baik terlihat secara fisik maupun tidak terlihat seiring bertambahnya usia. Hal ini juga terjadi pada penis yang setiap fasenya dipengaruhi oleh kadar testosteron dalam tubuh.

Pada usia antara 9 sampai 15 tahun, kelenjar di bawah otak mengeluarkan hormon yang mengirim sinyal pada tubuh untuk memproduksi testosteron. Proses ini biasa disebut pubertas dan merupakan awal dari perubahan-perubahan pada tubuh khususnya pada alat kelamin. Testis, skrotum, penis, dan rambut kemaluan akan tumbuh. Tingkat testosteron memuncak pada akhir remaja dan awal usia 20-an.

Sementara, kadar testosteron akan sedikit menurun pada usia 20-an hingga 40-an, yakni kondisi setelah masa pertumbuhan berakhir. Setelah usia 40, tubuh mulai memproduksi lebih banyak protein yang disebut sex hormone binding globulin (SHBG) atau globulin pengikat hormon seks. Protein ini menempel pada testosteron dalam darah dan menurunkan jumlah yang tersedia untuk tubuh.

Dikutip dari Web MD, saat kadar testosteron menurun, berikut perubahan yang juga terjadi pada tubuh:

Rambut Kemaluan

Pada usia 40-an, seperti rambut pada bagian tubuh yang lain, rambut kemaluan juga mengalami hal yang sama, yakni menipis dan memutih.

Ukuran Penis

Ukuran penis tidak berubah sama sekali, hanya saja tidak tampak seperti ukuran semula. Hal ini terjadi dikarenakan lemak yang biasanya banyak di sekitar tulang kemaluan menjadi menurun, sehingga membuat penis terlihat lebih kecil dari biasanya.

Bentuk Penis

Untuk sebagian pria, memasuki usia 40-an membuat penis akan melengkung yang akan memengaruhi panjang, ketebalan, dan fungsinya. Ini merupakan suatu kondisi yang disebut Peyronie yang disebabkan oleh trauma secara fisik, biasanya bengkok saat berhubungan seks.

Saat sembut, jaringan yang terbentuk di sepanjang selubung keras sekitar jaringan spons yang terisi darah untuk membuat ereksi. Bagian bekas luka tidak bisa melebar yang menyebabkan ereksi melengkung. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan pembedahan atau bisa juga dengan obat-obatan.

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT