Hati-hati! Bukannya Bikin 'Enak', 4 Benda Ini Malah Bikin Masalah buat Miss V

ADVERTISEMENT

Hati-hati! Bukannya Bikin 'Enak', 4 Benda Ini Malah Bikin Masalah buat Miss V

Nurul Febian Danari - detikHealth
Selasa, 27 Sep 2022 20:30 WIB
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background
Ilustrasi. Foto: iStock
Jakarta -

Vagina merupakan bagian sensitif pada wanita. Bagian ini rawan bakteri dan perlu dijaga kebersihan dan kesehatannya. Tak heran, banyak cara atau produk yang ditawarkan untuk membantu membersihkan dan merawat area kewanitaan. Bahkan ada juga wanita yang kerap mengandalkan benda-benda tertentu untuk membantu masturbasi.

Sebenarnya, vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan diri, sehingga tidak perlu produk tambahan yang justru berisiko menyebabkan gatal dan iritasi.

Ada beberapa benda yang diperbolehkan untuk dipakai di area vagina seperti tampon dan pelumas. Tetapi ada juga yang tidak diperbolehkan. Dikutip detikcom dari sejumlah sumber, berikut benda-benda yang dilarang masuk dan digunakan pada vagina:

1. Buah dan Sayuran

Pernah mendengar cerita-cerita buah atau sayur seperti wortel, mentimun, dan pisang digunakan untuk masturbasi wanita? Hati-hati. Buah dan sayur-sayuran tak seharusnya dimasukkan pada area miss V. Pasalnya, benda-benda ini bisa jadi mengandung bakteri dan pestisida yang tidak aman bagi vagina.

Selain buah dan sayuran, memasukkan makanan apapun ke dalam vagina juga sama risikonya, bahkan lebih parah. Beberapa orang bahkan memasukkan coklat dalam vagina saat foreplay, padahal itu bisa berisiko infeksi dan iritasi.

2. Produk Berbahan Dasar Minyak

Pelumas diperbolehkan dipakai pada vagina untuk membantu saat berhubungan seks, namun hindari berbahan dasar minyak. Produk seperti vbaby oil, tea tree oil, minyak zaitun, dan minyak kelapa biasa direkomendasikan sebagai pelumas, namun berisiko infeksi pada vagina.

3. Sabun

Sebagai wanita, kesehatan alat vital adalah hal yang penting. Namun, sebagaian besar wanita menggunakan sabun untuk membersihkan vagina agar terhindar dari bakteri dan mencegah bau. Sayangnya, penggunaan sabun pada vagina tidak direkomendasikan karena akan merusak pH alami kewanitaan, membunuh bakteri alami pada vagina, dan juga dapat berisiko infeksi.

4. 'Douching'

Douching atau memasukkan air atau cairan ke dalam vagina dengan maksud agar vagina lebih bersih justru berisiko pada kesehatan vagina.

Ahli Obgyn Royal College, Prof. Ronnie Lammont menjelaskan, douching bukanlah langkah tepat untuk membersihkan area vagina. Pasalnya, cara ini juga akan membuang semua bakteri baik yang ada pada vagina.



Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(Nurul Febian Danari/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT