5 Ciri-ciri Perawan yang Ternyata Cuma Mitos!

ADVERTISEMENT

5 Ciri-ciri Perawan yang Ternyata Cuma Mitos!

Fadilla Namira - detikHealth
Minggu, 20 Nov 2022 22:00 WIB
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background
Ilustrasi (Foto: iStock)
Jakarta -

Soal keperawanan memang tidak ada habisnya untuk dibahas. Meski dianggap tabu, hal ini tetap saja membuat masyarakat penasaran, terkhususnya bagi kaum adam.

Banyak orang yang masih percaya bahwa status 'perawan' adalah bagian identitas wanita yang masih suci dan belum terjamah. Mirisnya, segelintir orang sering menjadikan status tersebut sebagai standar kepuasan seksual atau penilaian dari kepribadian wanita. Mengapa demikian?

"Karena keperawanan membuat fantasi kejantanan mereka terpenuhi. Mendapatkan gadis 'suci' sering dikaitkan dengan mitos sebagai pria yang pertama menikmati seks dengan si wanita dan akan dikenang selamanya," jelas pakar seks dr Boyke Dian Nugraha kepada detikcom, Jumat (18/11/2022).

Untuk mengetahui lebih lanjut, simak beberapa mitos ciri-ciri keperawanan dikutip dari Bscholarly berikut ini:

1. Selaput Dara Utuh

Selaput dara merupakan bagian dari anatomi vagina yang berbentuk jaringan tipis dan elastis. Jaringan ini terletak di bawah dan menutupi lubang vagina. Kondisinya bisa saja robek dan pecah saat wanita berhubungan seksual.

Berhubungan seksual bukan satu-satunya penyebab kerusakan selaput dara. Cedera saat olahraga, berkuda, kecelakaan pun bisa memicu hal tersebut.

2. Pendarahan

Kebanyakan penduduk dunia berasumsi bahwa jika seorang gadis mengalami pendarahan vagina selama hubungan seksual, dia pasti masih perawan. Hal mungkin benar karena kontak antara penis dan selaput dara saat berhubungan seksual menyebabkan pendarahan di alat kelamin wanita.

Namun, tidak selamanya selaput dara yang robek akan mengeluarkan darah. Sebab, setiap wanita memiliki bentuk dan keelastisan selaput dara yang berbeda-beda.

3. Rasa Sakit

Mitos berikutnya adalah sakit saat berhubungan seksual. Rasa tidak nyaman ini kerap dihubungkan ketika seorang wanita pertama kali melakukan hubungan seksual, padahal faktanya tidak melulu begitu lho!

Dikutip dari National Health Service, sakit selama atau setelah berhubungan seksual bisa menandakan adanya infeksi penyakit menular seksual, seperti klamidia, gonore, dan herpes genital. Selain itu, kondisi tersebut bisa terjadi pada wanita menopause atau gangguan psikologis.

4. Perilaku

Meski ini bukan tonggak utama, perilaku wanita jadi penilaian apakah ia masih perawan atau tidak. Seperti contoh, orang taat agama tidak memilih untuk seks di luar nikah ataupun penganut feminisme menolak untuk bercinta karena hal tersebut dianggap sebagai eksploitasi.

5. Penampilan Fisik

Banyak pernyataan bahwa wanita perawan cenderung berpenampilan tidak menarik untuk menjaga keperawananya. Di sisi lain, ada ungkapan bahwa wanita yang telah melakukan hubungan seks warna kulitnya sedikit lebih berubah jadi lebih gelap dan kecokelat karena Tentu saja kedua hal ini adalah mitos. Sebab, perubahan warna kulit didasari oleh kandungan pigmen dalam tubuh seseorang.



Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT