Pantesan Bikin 'Bucin', Ternyata Ini Lho yang Terjadi pada Tubuh saat Orgasme

ADVERTISEMENT

Pantesan Bikin 'Bucin', Ternyata Ini Lho yang Terjadi pada Tubuh saat Orgasme

Nurul Febian Danari - detikHealth
Rabu, 30 Nov 2022 22:00 WIB
Intimate moment of two lovers in shower, sexual desire and passion, relationship. ilustrasi seks
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Motortion)
Jakarta -

Mudah bagi pria mengenali orgasme yang sedang dialaminya. Tapi tidak selalu demikian bagi wanita. Banyak yang bertanya-tanya, orgasme itu yang seperti apa sih?

Dikutip dari Women' Health, orgasme adalah serangkaian kontraksi otot panggul yang mengikuti gairah seksual ketika dirangsang. Ketika terjadi, orgasme dapat bertahan selama 20 detik dan menghasilkan perasaan senang yang intens, kata Lauren Streicher, MD, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Northwestern University.

Kontraksi ini terjadi lantaran puncak kenikmatan seksual ada peningkatan ketegangan otot dan macetnya jaringan karena peningkatan alirah darah ke panggul. Ketika ketegangan ini dilepaskan, terjadilah orgasme.

Ketika orgasme, selain kontraksi, denyut nadi akan mengalami peningkatan, pupil membesar. Setelahnya, otot akan berelaksasi dan merasa puas.

Bagaimana Rasanya Orgasme?

Orgasme adalah respons individual, sehingga pengalaman tiap orang akan berbeda-beda. Belum lagi, ada tingkatan yang berbeda sehingga beberapa orang mungkin akan merasakan orgasme yang lebih kuat dan intens.

Sama seperti bersin, orgasme bersifat reflektif dan tidak bisa dihentikan. Ketika dimulai, maka akan terus bekerja dan merasakan sensasi menyenangkan yang terkait di dalamnya.

Selain kontraksi otot panggul dan perasaan menyenangkan, satu hal penting ketika seseorang mengalami orgasme adalah perasaan 'over the top'.

Tanda Tubuh Sedang Orgasme

Kontraksi otot panggul adalah penanda utama karena hal ini tidak akan terjadi selain saat orgasme. Tanda lainnya adalah perasaan mengantuk setelahnya. Ini terjadi karena adanya hormon vasopresin yang dilepaskan saat orgasme, bekerja mengatur tekanan darah.

Jadi, ketika pasca orgasme seseorang masih aktif, mungkin dia tidak mengalami orgasme yang sesungguhnya. Hal ini banyak dialami wanita lantaran mereka tidak cukup memiliki dosis vasopresin dalam tubuhnya sehingga tidak mengalami klimaks secara fisiologis.

Selain mengantuk, seseorang akan merasa terikat secara batin alias 'bucin' dengan pasangannya. Perasaan ini tumbuh tentu saja berkat hormon oksitosin yang sering disebut hormon cinta.



Simak Video "Pamer Body Count di Medsos, Kok Bangga?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT