Oh... Ternyata Ini Alasan Seks Terasa 'Enak'

ADVERTISEMENT

Oh... Ternyata Ini Alasan Seks Terasa 'Enak'

Hana Nushratu - detikHealth
Minggu, 22 Jan 2023 19:44 WIB
ilustrasi pasangan
Ilustrasi seks. (Foto: iStock)
Jakarta -

Seks merupakan kebutuhan manusia seperti halnya makan dan tidur. Khususnya, bagi pasangan suami istri sebagai bentuk memadu kasih yang memberikan kenikmatannya sendiri.

Tidak jarang juga, banyak di antara mereka melakukan banyak hal agar seks terasa lebih memuaskan. Mulai dari mencoba berbagai posisi seks, hingga menggunakan mainan seks atau sex toys.

Penyebab Seks Terasa Enak

Menurut seksolog Dr Laura McGuire, PhD, ada tiga alasan fisiologis utama yang membuat seseorang merasakan kenikmatan seksual, yaitu saraf pudendal, dopamin, dan oksitosin. Dikutip dari Refinery29, berikut penjelasannya:

1. Saraf Pudendal

Saraf pudendal adalah saraf besar dan sensitif yang memungkinkan alat kelamin seseorang mengirimkan sinyal ke otaknya. Pada wanita, saraf ini memiliki cabang di klitoris, anus, dan perineum (area antara anus dan vulva atau anus dan penis). Sementara pada pria, saraf pudendal bercabang ke anus, perineum, dan penis.

"Penting bagi wanita untuk menyadari bahwa saraf tidak memiliki banyak konsentrasi di dalam saluran vagina," kata Dr McGuire. "Sebagian besar ujung saraf pudenda difokuskan pada klitoris."

"Itulah mengapa umum bagi orang yang memiliki vulva untuk berjuang mencapai orgasme hanya dari seks penetrasi, dan mengapa klitoris sering dianggap sebagai pembangkit tenaga kenikmatan seksual wanita," lanjutnya.

2. Dopamin dan Oksitosin

Ketika bercinta, saraf pudendal akan mengirim sinyal dari alat kelamin ke otak. Kemudian, otak akan melepaskan hormon dopamin dan oksitosin. Kedua hormon ini menimbulkan perasaan bahagia, senang, dan nikmat.

"Oksitosin yang sering disebut 'hormon cinta' itulah yang membuat kita merasa terikat pada orang atau benda," tuturnya.

"Itulah yang membuat Anda merasa pasangan Anda istimewa dan Anda tidak bisa mendapatkan cukup kenikmatan dari mereka," bebernya.

Hormon dopamin menghubungkan tubuh dan otak ketika bercinta. Sehingga, akan ada rasa 'senang' baik secara psikis maupun fisik.

Dikutip dari Medical News Today, dopamin dikaitkan dengan semangat dan gairah. Oleh sebab itu, saat berhubungan seks terasa 'menggebu-gebu'.

"Jadi, itulah hormon yang membuat Anda berpikir, merasa baik dan ingin 'mari kita lakukan lagi dan lagi dan lagi'," tutur Dr McGuire.



Simak Video "Populasi Menurun dalam 60 Tahun, Generasi Muda China Enggan Berkeluarga"
[Gambas:Video 20detik]
(hnu/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT