Spermatozoa atau yang lebih dikenal sebagai sperma adalah sel yang merupakan bagian dari sistem reproduksi pria. Sperma dikeluarkan bersama air mani ketika ejakulasi. Sel ini berfungsi untuk membuahi sel telur yang memungkinkan terjadi kehamilan.
Ada beberapa mitos tentang sperma yang banyak dipercaya oleh para pasutri. Dikutip dari Healthline, ini 9 mitos sperma dan fakta-faktanya.
1. Sperma berenang lurus
Sebagian pasutri percaya bahwa 20-300 juta sperma berenang lurus dan bersaing satu sama lain untuk membuahi sel telur. Faktanya, sebagian besar sperma tidak benar-benar berenang lurus. Kemampuan pergerakan sperma (motilitas)diklasifikasikan menjadi 3 kelompok:
- Motilitas progresif: aktif bergerak dalam garis lurus atau lingkaran besar
- Motilitas non-progresif: pola lain kecuali maju
- Immotilitas : tidak bergerak
Sperma membutuhkan dorongan dari sistem produktif wanita untuk memastikan mereka mencapai sel telur. Sebagian besar motilitas dilakukan oleh otot rahim yang menggerakkan sperma ke saluran tuba menuju sel telur.
2. Sperma yang lebih kental artinya lebih subur
Air mani yang lebih kental tidak selalu berarti sperma juga kental. Kondisi seperti ini biasanya terjadi karena konsentrasi sperma yang tinggi atau jumlah sperma yang bentuknya tidak beraturan. Mereka masih membutuhkan bantuan dari sistem reproduksi wanita agar tetap aman.
Saat sperma memasuki vagina, mereka bersentuhan dengan lendir serviks. Lendir serviks melakukan dua hal: melindungi dan menolak. Ini melindungi sperma dari keasaman vagina serta menolak sperma yang bentuk dan motilitasnya akan mencegahnya mencapai sel telur.
3. Sperma hanya hidup sebentar setelah ejakulasi
Faktanya, umur sperma tergantung di tempat sperma mendarat setelah ejakulasi. Sperma yang berhasil masuk ke dalam vagina setelah ejakulasi dapat hidup hingga 5 hari. Ini karena efek perlindungan dari lendir dan kriptus serviks.
Sperma yang mendarat di benda dingin dan kering bisa mati setelah beberapa menit, meskipun sangat jarang bisa bertahan selama 30 menit penuh. Mereka mungkin mati lebih cepat di bak mandi air panas karena suhu atau bahan kimia di dalam air.
4. Sperma hanya perlu menuju sel telur
Saat sperma meninggalkan penis, mereka tidak langsung menuju ke rahim. Beberapa sperma menempel pada sel epitel saluran telur di tuba falopi atau disimpan di ruang kecil yang disebut kriptus sampai pembuahan tepat waktu (ovulasi).
5. Sperma tetap subur dan sehat seumur hidup pria
Salah satu mitos yang masih bertahan adalah meskipun sel telur jumlahnya terbatas, sperma tersedia untuk persediaan seumur hidup.
Faktanya, produksi sperma atau spermatogenesis memang berlangsung tanpa batas waktu, tetapi kualitas dan motilitas sperma menurun seiring bertambahnya usia.
Menurut penelitian, pria yang lebih tua mungkin mewariskan mutasi genetik kepada anak-anak mereka, sekitar 4 kali lebih cepat daripada wanita.
(suc/suc)