Dean Zahariadis mengakui sendiri bila kebiasaannya itu tidaklah wajar. Namun ia tak keberatan bila orang-orang melihatnya dengan tatapan heran saat tengah memotong seluruh makanannya dalam ukuran yang sama serta menggunakan pisau dan garpu untuk makan, tak peduli bila yang ia makan berukuran kecil seperti kacang atau kismis tanpa biji.
Uniknya, saat makan Dean juga harus mengenakan celemek seperti halnya anak-anak, tentu saja agar makanannya tidak mengenai bajunya. Ia juga menghindari membawa makanan ke kamar tidur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berumur 31 tahun itu didiagnosis mengidap OCD atau obsessive compulsive disorder. Salah satu gejala menonjol dari penderita OCD (Obsessive Compulsive Disorder) adalah obsesi mereka yang luar biasa terhadap suatu hal. Biasanya ini menyangkut hal-hal kecil seperti kebersihan dan kerapihan.
Penderita OCD juga harus melakukan sesuatu hal secara berulang-ulang, jika tidak mereka akan merasa cemas. Begitu juga dengan Dean. Namun kudapan kesukaan Dean bukan sembarangan, karena ia hanya makan kudapan yang sehat.
"Jika saya bisa hidup sehat sepanjang minggu, saya akan mengapresiasi diri saya dengan makan kudapan. Tapi cara saya mungkin berbeda dengan kebanyakan orang, karena saya lebih memilih granola bar atau kacang, jarang sekali saya beli cokelat," ungkapnya.
Satu-satunya kebiasaan buruk yang diakui pria asal Sydney ini hanyalah ia harus minum Coke Zero tiap makan malam. "Bahkan jika saya belum minum satu tetes pun, saya tidak akan merasa kenyang. Ini benar-benar membuat saya gila," aku Dean seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (26/3/2015).
Dean juga membawa obsesinya ini ke tempat kerja. Sebagai manajer sebuah kafe di Byrmont, Sydney, ia harus memotong makanan yang disajikan untuk pelanggannya dengan ukuran yang sama. "Saat hendak menghidangkan kopi, saya akan menata cangkir berikut tatakannya secara berjejer, lengkap dengan sendok teh di posisi yang sama," katanya.
Kudapan yang disajikan di kafenya juga dipotong dan ditata dengan rapi. Ia mengaku tiap kue yang akan mereka sajikan harus dipotong dengan lebar 5 cm. Penataan piring dan alat makan lain di kafenya juga harus sempurna.
"Bila ada yang berantakan sedikit, saya akan turun tangan sendiri untuk membetulkannya secepat mungkin," imbuhnya. Beruntung tak ada yang komplain dengan obsesinya itu, termasuk sang kekasih, Claire Smith. Hanya saja kadangkala Dean merasa lelah karena harus mengulang hal yang sama '100 kali dalam sehari'.
"Saya benci jika ada yang mengubah posisi benda yang sudah saya tata, tapi saya akui ini sungguh membuat saya gila dan sangat melelahkan," keluhnya.
Baca juga: Stimulasi Otak Dalam, Harapan Baru untuk si OCD
(lil/vta)











































