Via Internet, Wanita Amnesia yang Sakit Kanker Ini Coba Cari Keluarganya

True Story

Via Internet, Wanita Amnesia yang Sakit Kanker Ini Coba Cari Keluarganya

Rahma Lilahi Sativa - detikHealth
Kamis, 02 Jul 2015 19:22 WIB
Via Internet, Wanita Amnesia yang Sakit Kanker Ini Coba Cari Keluarganya
Foto: ABC News
California - Februari lalu, tim pemadam kebakaran California Selatan menemukan seorang wanita yang linglung. Mereka memutuskan membawa wanita ini ke rumah sakit setempat. Di sanalah dokter mengungkapkan bahwa wanita tersebut mengidap kanker.

Menurut keterangan Interpol, wanita yang hanya dikenal dengan nama 'Sam' itu diketemukan tim pemadam kebakaran di Carlsbad, California. Ia diperkirakan berumur 50-an tahun namun dapat berbicara bahasa Inggris dan Prancis dengan fasih.

Sesampainya di rumah sakit, tim dokter menyatakan Sam terserang amnesia. Di samping itu, Sam juga diketahui memiliki tumor yang besar di ovariumnya. Hal ini tak pelak menambah iba orang-orang yang melihatnya. Salah seorang perawat yang mengurusnya lantas membuatkan Sam akun Facebook untuk membantu menemukan keluarganya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dokter, amnesia itu sendiri sebenarnya diakibatkan oleh tumor di ovarium Sam. "Ini disebut dengan retro amnesia, dan dokter mengatakan penyebabnya adalah antibodi yang ditemukan pada tumor di ovarium saya. Katanya, tumor ini mungkin telah berkembang dalam lima tahun ini, dan membuat saya pikun," ungkap Sam dalam akun Facebook-nya.

Baca juga: Gangguan Langka, Tiap Bangun Tidur Wanita Ini Merasa 17 Tahun Lebih Muda

Satu-satunya petunjuk yang dimiliki pihak berwajib adalah aksen Australia Sam yang kental. Ia bahkan mengaku sering bermimpi tentang negara tersebut. "Saya pernah bermimpi berenang di kolam air asin di Perth, kemudian melihat Icebergs di New South Wales, dan mengunjungi Cairns, Queensland serta Byron Bay," lanjutnya.

Anehnya, ia juga banyak bermimpi tentang Hawaii. Sam merasa Australia dan Hawaii adalah daerah yang sangat familiar dengannya. Untuk itu pihak berwajib memfokuskan pencarian keluarga Sam di Australia.

Sembari menunggu kabar, Sam kemudian menjalani operasi pengangkatan tumor dan kini terhitung tiga minggu sudah ia keluar dari rumah sakit. Namun ia masih harus menjalani pengobatan untuk meredam kankernya. "Saya sedang dikemoterapi dan kehilangan hampir seluruh rambut saya. Prognosis saya tidak bagus, dan saya berharap keluarga saya segera ditemukan," harapnya lewat akun yang sama.
 
Harapan Sam pun terjawab sudah kemarin (1/7). Salah seorang kemenakan Sam mengaku mengenalinya setelah melihat kabar tentang wanita ini di siaran televisi NBC 7, Amerika. Ia lantas menghubungi sang ibu, yang kemudian mencoba menelepon pihak rumah sakit yang merawat Sam.

Ternyata wanita ini memiliki nama asli Ashley Menatta. Usianya 53 tahun dan tinggal di California, meskipun pihak berwajib sempat mengira ia orang Australia karena aksen bicara yang ia gunakan.

"Akhirnya doa kami terjawab. Sam (Ashley) berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, termasuk mereka yang membagi berita ini, ikut mencari, mengunggah, mengirimkan pesan, menelepon, menyebarkan lewat Twitter, NBC Channel 7 di San Diego, Australian News, England News, kepolisian, Missing Australians, Australian Missing Persons Register, FBI, Interpol, dan semua orang!!!! Kami takkan bisa menemukannya tanpa bantuan kalian!!!," tulis Sam.

Baca juga: Susah Mengenang Masa Kecil Tandanya Otak Kelebihan Muatan

Dr Alan Lerner, direktur Brain Health and Memory Center, University Hospitals Case Medical Center menjelaskan bahwa tumor ovarium jarang sekali mengakibatkan hilangnya daya ingat atau gangguan psikiatri pada pasien.
 
"Tapi antibodi atau protein yang dihasilkan oleh tumor itu memang dapat mengikat sel-sel di dalam otak, terutama pada bagian yang penting dalam mengatur daya ingat," terangnya kepada ABC News dan dikutip Kamis (2/7/2015).

Bahkan, lanjut Lerner, setelah diobati sekalipun, protein dari tumor tadi tetap akan mengakibatkan kehilangan daya ingat yang permanen.

(lll/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads