Dokter menyebutkan kepada Visker baru-baru ini bahwa dirinya mengidap alergi terhadap protein dalam makanan. Oleh sebab itu, iseng memakan satu gigitan makanan saja dapat membuatnya sakit perut, pusing, lemas, gatal-gatal, sakit kepala dan mual selama berhari-hari. Bahkan bukan tak mungkin ia juga bisa mengalami shock anafilaksis.
"Kondisi ini membuat saya tak bisa memasukkan apapun ke dalam mulut saya, bahkan hanya untuk sekadar mencicipinya. Ini terasa sulit karena saya pernah memakannya saat kecil dan saya ingat rasanya. Kadang saya benar-benar ingin makan makanan tersebut," ujar Visker, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (3/8/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Idap Alergi Listrik, Koneksi Wi-Fi Saja Bisa Bikin Jackie Kolaps
Oleh Dr Gerald Gleich, Visker menyebutkan bahwa kemungkinan besar remaja tersebut memang mengalami alergi terhadap makanan. Ia memberikan kombinasi beberapa obat untuk mengobati kondisi Visker, mulai dari obat alergi asma, antihistamin, hingga obat untuk mengatasi gatal dan kram perutnya.
Meskipun Alex harus hidup bergantung dengan selang makanan di perutnya, namun ia sudah mulai terbiasa. Ia sangat memahami bahwa cara tersebut merupakan satu-satunya cara sementara agar tubuhnya tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
Hebatnya, meskipun Visker harus bisa menahan diri dari berbagai macam jenis makanan, ia justru sering memasak untuk teman-teman dan kekasihnya. Ia tak ingin kondisinya ini membuat orang-orang dekat di sekitarnya menjadi berubah sikap padanya.
"Kadang tak cuma bau makanan. Bau yang kuat lainnya seperti parfum, cat, perabotan baru dan rumput yang baru dipotong juga dapat membuat alergi saya bereaksi," imbuh Visker. (ajg/vit)










































