Kanker Serviks Dikira Infeksi Saluran Kemih, Pengantin Baru Ini Meninggal

True Story

Kanker Serviks Dikira Infeksi Saluran Kemih, Pengantin Baru Ini Meninggal

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 04 Sep 2015 11:48 WIB
Kanker Serviks Dikira Infeksi Saluran Kemih, Pengantin Baru Ini Meninggal
Foto: Daily Mail
North Yorkshire - Seorang wanita berusia 25 tahun meninggal beberapa bulan setelah menikah setelah kanker serviks langka yang diidapnya dikira sebagai gejala infeksi saluran kemih oleh dokter.

Ya, Emma Fisk (25), mengunjungi dokter dan berkonsultasi hingga 10 kali karena nyeri perut yang dirasakannya tak pernah hilang. Oleh dokter, ia disebutkan mengalami infeksi saluran kemih.

Sempat tak puas atas diagnosis yang diberikan oleh dokternya tersebut, Emma pun meminta persetujuan untuk melakukan papsmear. Sayangnya permintaan tersebut kemudian ditolak karena ia dianggap masih terlalu muda untuk menjalani prosedur tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Waspada, Makanan Berjamur Ternyata Bisa Sebabkan Kanker Lho!

Sampai kemudian ia akhirnya berhasil membujuk petugas medis untuk melakukan pemeriksaan, barulah diketahui bahwa penyebab nyerinya adalah jenis langka dari kanker serviks.

Setelah mendapatkan diagnosis tersebut, kekasihnya, Dan (28), melamarnya. Tak lama setelah itu, Emma diberitahu bahwa kemungkinan besar ia hanya memiliki waktu enam bulan saja untuk bisa bertahan hidup. Benar saja, beberapa bulan setelah menikah, Emma meninggal dunia.

"Jika putri saya diizinkan papsmear sejak awal, mungkin penyakitnya bisa diobati. Ia anak yang sangat baik dan disayangi oleh semua orang. Saya masih tak percaya bahwa ia kini sudah tak ada," tutur ibu Emma, Adele Willis, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (4/9/2015).

Adele, Dan, beserta anggota keluarganya yang lain kini tengah berencana untuk melakukan kampanye tentang pentingnya pemeriksaan papsmear dilakukan tanpa memilih-milih usia. Mereka berharap langkah ini bisa dilakukan guna mencegah kasus seperti Emma terulang kembali.

Baca juga: Jangan Lengah, Papsmear Tetap Harus Dilakukan Meski Sudah Dapat Vaksin HPV

(ajg/up)

Berita Terkait