Minggu, 06 Jan 2019 15:11 WIB

Sakit Perut Disangka Sembelit, Tak Tahunya Kanker Hati Stadium 3

Rosmha Widiyani - detikHealth
Perut membengkak bisa menandakan gejala kanker hati (Foto: Thinkstock) Perut membengkak bisa menandakan gejala kanker hati (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Haley Halstead asal Kansas mungkin tak mengira, jika putranya Vincent Gonzaga mengalami kanker hati. Gonzaga awalnya terus mengeluh sakit perut sepanjang 2017 yang didiagnosa sebagai konstipasi.

"Saya mulai curiga saat perut Vincent membengkak di awal Desember 2017. Setelah pemeriksaan diketahui penyakit ini adalah kanker liver. Jika tidak segera ditemukan, kanker bisa menyebar hingga paru," kata Halstead pada situs berita Kansas State Network Wichita dikutip dari Fox News.

Selain bengkak, Halstead juga menjumpai rasa sakit yang dialami Vincent makin parah. Halstead akhirnya membawa Vincent ke Hutchinson Regional Medical Center, setelah sebelumnya berobat di Hutchinson Clinic. Dokter di Hutchinson Regional Medical Center awalnya kembali mengira Vincent mengalami konstipasi.



Penilaian berubah saat melihat hasil CT Scan, yang menunjukkan adanya benjolan pada hati Vincent. Dokter segera merujuk Vincent ke Wesley Medical Center di Wichita. Hasil diagnosa keluar beberapa hari kemudian yang menyatakan Vincent mengalami hepatoblastoma tingkat 3.

Hepatoblastoma adalah jenis kanker hati yang sering ditemuka pada anak. Namun angka kejadiannya sangat jarang sekitar 2-3 dari satu juga anak di dunia. Kanker ini menyerang pada tiga tahun pertama kehidupan anak. Serangan dijumpai dengan pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada jaringan hati anak.

Pertumbuhan jaringan ini menyebabkan perut anak terasa sakit. Situs rumah sakit anak University of Pittsburgh Medical Center (UPMC) menyatakan, tumor pada hepatoblastoma bisa diatasi dengan operasi. Keberhasilan operasi bergantung pada ukuran dan lokasi tumbuhnya tumor. Selain operasi. hepatoblastoma bisa diatasi dengan transplantasi hati.

Dengan kejadian ini, Halstead menyarankan para ibu tak menganggap remeh keluhan anaknya. Keluhan anak harus didengar dan dicari jalan keluarnya. Orangtua wajib curiga jika keluhan sakit tak juga teratasi, meski sudah bolak-balik ke dokter.


Simak Juga 'Ini Alasan Jangan Makan Rasa Asam di Pagi Hari':

[Gambas:Video 20detik]


Sakit Perut Disangka Sembelit, Tak Tahunya Kanker Hati Stadium 3
(up/up)