Minggu, 17 Feb 2019 13:50 WIB

Perjuangan Intan, Survivor Kanker Darah yang Bisa Ketemu Lisa Blackpink

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Intan pernah viral karena aksinya mengcover lagu Blackpink (Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth) Intan pernah viral karena aksinya mengcover lagu Blackpink (Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth)
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia
Jakarta - Nama Intan Khasanah (23) sempat viral beberapa waktu lalu soal video dirinya menari mengikuti koreografi Ddu-du-ddu-du yang dibawakan girlband asal Korea Selatan, Blackpink. Ia menarik perhatian banyak warganet karena menari saat sedang mengenakan infus di lorong rumah sakit.

Saat itu Intan menari karena merayakan kemoterapinya yang ke-22 saat berjuang melawan kanker. Intan adalah gadis penyintas kanker limfoma Hodgkin stadium 4 selama 6 tahun. Tak banyak yang tahu, penyakit mematikan yang ia idap ini awalnya sempat salah diagnosis.

"Ini tahun 2013, waktu itu aku masih kelas 3 SMA, masih umur 17 tahun. Jadi waktu aku pertama didiagnosis kanker itu sempat salah diagnosis. Waktu itu ketemu benjolan di leher, udah sempet dibiopsi juga waktu itu di rumah sakit di Pekanbaru. Terus dicek, bilangnya TB (tuberkulosis). Padahal waktu itu aku nggak batuk-batuk, lagi lincah-lincahnya lah," kata Intan pada acara Vlog Competition Launching: Healthy Lifestyle to Fight Cancer di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Saat itu Intan tetap memercayai diagnosis dokter dan sebulan kemudian ia kembali menjalani tes laboratorium, hasilnya tetap menunjukkan ia mengidap TB. Selama 8 bulan ia menjalani pengobatan, akan tetapi benjolan di lehernya justru terlihat semakin besar dan hanya berjalan saja ia merasa terengah-engah.

Bagi gadis yang cukup aktif mengikuti ekstrakurikuler modern dance ini, kondisi tubuhnya merupakan hal yang tak biasa. Penuh kecurigaan, ia kembali memeriksakan diri ke dokter dan ditemukan paru-parunya penuh cairan, ia mengisahkan ketika itu ia harus menjalani penyedotan cairan tanpa anestesi dan merasakan sakit yang luar biasa.

"Aku kalau tidur harus duduk kalau nggak engep (sesak). Itu tetap disuruh operasi bahkan aku sampai koma beberapa jam, terus bangun udah di ICU. Sebelumnya aku pasangan ventilator juga. Karena kondisiku sejelek itu, orang tuaku meminta rujukan yang lebih baik," lanjutnya.


Intan adalah seorang survivor kanker darah.Intan adalah seorang survivor kanker darah. Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth


Intan kemudian diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat evakuasi dan dirawat di RSUP Persahabatan. Serangkaian tes dilakukan dan terbukti, bukanlah TB yang menyerang Intan, akan tetapi kanker limfoma (kelenjar getah bening) Hodgkin dan telah mencapai stadium 4 karena dibiarkan cukup lama bahkan sudah mengalami metastase (penyebaran) ke paru-paru.

Ia menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali, yang ia lakukan dengan perjalanan pulang-pergi antara Pekanbaru dan Jakarta serta mengejar ketertinggalan di sekolahnya. Selama masa pengobatan, ia mengaku tak mau meninggalkan pendidikan, dan ia berhasil diterima menjadi mahasiswi di Universitas Indonesia.

Tahun 2014, ia sempat melakukan kesalahan dengan mengobati dirinya dengan pengobatan alternatif. Ia mengaku sangat menyesal dan berharap jika bisa memutar waktu ia tidak akan melakukan hal tersebut.

"Dan akhirnya, selama 2 tahun aku bahagia sementara, dan karena aku bandel nih. Dan akhirnya aku kena lagi deh kankernya. Tahun 2016, nyebar lagi ke tulang belakang. Jadi aku beneran dari anak yang sangat-sangat lincah, sangat suka nari, sangat suka jalan, tiba-tiba aja punggung aku sakit dan saat di PET SCAN ketahuan ternyata kanker aku menekan syaraf di tulang punggung yang mengatur syaraf motorik," kata Intan.

Imbasnya, perlahan kaki Intan lumpuh total yang menjadi mimpi terburuk Intan. Dokter menyarankan segera operasi untuk menghindari kemungkinan lumpuh permanen. Selama 2,5 bulan usai operasi, Intan berfokus untuk kembali berjalan lagi dan akhirnya berbuah hasil.

Potret para penggemar Blackpink.Potret para penggemar Blackpink. Foto: BLINK menunggu BLACKPINK / Dinda Islami





Walau dokter memvonisnya ia takkan bisa berkegiatan aktif seperti sebelumnya, Intan tetap optimis. Hingga akhirnya ia menunjukkan ia kembali bisa menggunakan kakinya sebagaimana mestinya lewat ia menarikan lagu Blackpink, sampai hal itu membawanya bertemu dengan idolanya, Lisa, salah satu member girlband tersebut.

"Sebenarnya intinya aku bikin video itu bukan mau cari sensasi, ada yang bilang kok 'cari sensasi banget sih, apaan sih, caper banget sih'. Wuah netizen, ke aku udah macem-macem. Nyumpahin mati juga ada, beneran. Kenal juga nggak, ngapain dia nyumpahin aku mati. Ada juga yang bilang 'daripada kamu kayak gini lebih baik kamu beribadah, maaf sekadar mengingatkan'. Allahu akbar," kisah Intan yang juga mahir bermain gitar.

[Gambas:Instagram]



Padahal ia membuat video tersebut untuk menyemangati para pejuang kanker lainnya, bahwa mereka masih bisa menikmati kehidupan dengan kondisi mereka yang sekarang. Ia sendiri mengatakan tak suka dikasihani karena penyakitnya, karena ia merasa cukup dengan hargai keberadaan dan dukung serta cintai para pejuang kanker.

Kini Intan masih menjalani kemoterapi, dua minggu lagi ia akan menjalani PET SCAN untuk memastikan bahwa ia bebas kanker. Intan menyebut berjuang bebas dari kanker sangat melelahkan, namun ia takkan berhenti untuk berjuang karena ia hanya fokus pada satu hal: sembuh untuk mengejar pendidikan.

Intan sangat bersyukur dikelilingi oleh keluarga dan sahabat yang sangat menyayangi dan mendukung dia apapun kondisinya. Hingga ia juga masih mampu menjalani hari-harinya dan September 2018 lalu ia meraih gelar sarjananya, berlanjut mendapatkan pekerjaan.

"Pesan aku sih apapun yang terjadi, ada keluhan di badan periksakan aja ke dokter. Jangan googling! Karena googling itu bikin deg-degan. Apapun itu nggak usah ke orang pinter, nggak usah ke alternatif, ke dokter aja. Tapi kalau udah ke dokter juga harus pinter-pinter, kalau bisa sih minta beberapa rekomendasi dokter dan rumah sakit, biar nggak kayak aku, salah diagnosis," pungkas Intan yang berasal dari Padang, Sumatera Barat ini.

(frp/up)
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia
News Feed