Minggu, 14 Apr 2019 16:26 WIB

Kisah Ikhsan 'Manusia Silver' Berlumur Cat di Bawah Teriknya Langit Bekasi

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ikhsan, si manusia silver. Foto: Rosmha Widiyani/detikHealth Ikhsan, si manusia silver. Foto: Rosmha Widiyani/detikHealth
Jakarta - Ikhsan, begitulah Manusia Silver yang menurut pengakuan pada detikcom berusia 18 tahun tersebut biasa disapa. Di tengah terik matahari pukul 14.00, Ikhsan tampak sesekali mengubah gaya layaknya patung yang terbuat dari logam berwarna perak. Ikhsan memilih beraksi di pinggir Jalan KH. Noer Ali, Kota Bekasi tepat di bawah kolong Tol Becak Kayu.

Sebagai Manusia Silver, sekujur tubuh remaja ini seperti diguyur cat warna perak mulai ujung rambut hingga ujung kaki. Namun bila Manusia Silver lain memilih bertelanjang dada, Ikhsan menggunakan kaos lengan pendek dan celana panjang serta bandana di dahinya. Ikhsan bertelanjang kaki dengan lumuran cat yang tak merata, sehingga masih menyisakan warna kulit aslinya.

"Saya jadi Manusia Silver baru banget dari awal April 2019, mirip sama yang ada di Kota Tua, Jakarta Barat. Biasanya mulai kerja dari jam 11.00 sampai malem banget sekitar 22.00 atau 23.00. Ini yang biasa dipake cat sablon yang dicampur sama minyak tanah atau minyak goreng. Mangkalnya nggak selalu di sini, saya mah muter aja masih sekitar kolong tol atau tempat lain. Kadang suka dibilang mirip setan kalo udah dicat gini," kata Ikhsan.


Ikhsan tak punya motif khusus saat memilih beraksi menjadi Manusia Silver. Namun sebagai sulung dari 4 bersaudara ini harus mengambil pekerjaan apapun demi mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Uang yang diperoleh biasa digunakan untuk makan, membeli keperluan sekolah, dan menjalani kehidupan layaknya remaja lain. Menurut Ikhsan, dia sebetulnya punya 6 saudara namun 3 di antaranya telah berpulang.

"Daripada ngemis mending kerja kaya gini lumayan juga dapetnya. Pernah dapet Rp 80 ribu tapi juga sempat dapet Rp 160 ribu tergantung aja karena emang nggak pasti. Dari uang itu biasa dipake buat keperluan setiap hari," kata Ikhsan yang ternyata lahir dan tinggal tak jauh dari wilayah sekitar tempatnya beraksi di Caman, Kota Bekasi.

Hingga saat ini, Ikhsan yang lahir pada 9 Februari 2001 mengatakan tidak menemui kendala saat menjalankan aksinya. Bila merasa lelah, Ikhsan duduk sebentar di kolong pinggir jalan tol yang teduh. Jika lapar, Ikhsan bisa makan dengan sendok atau cuci tangan dulu sebelum menyantap hidangan. Untuk cuci tangan, Ikhsan mengatakan cukup merendam dan menggosok-gosokkan kedua telapak tangan hingga cat luruh.

Kendati tak mengalami gangguan fisik dan mental, namun Ikhsan belum punya rencana terkait kelanjutan aksinya sebagai Manusia Silver. Namun Ikhsan mengatakan, tak keberatan melakukan aksi tersebut karena halal dan pendapatannya bisa memenuhi kebutuhan hidup setiap hari.

Seperti apa kerasnya perjuangan Ikhsan menjadi Manusia Silver? Tunggu ulasan berikutnya.

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed