Senin, 29 Jul 2019 08:45 WIB

Terlalu Banyak Konsumsi Protein, Wanita Bugar Ini Malah Meninggal

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Konsumsi protein berlebihan membuat nyawa wanita bugar ini melayang. Foto: iStock Konsumsi protein berlebihan membuat nyawa wanita bugar ini melayang. Foto: iStock
Jakarta - Berniat sukses di kompetisi binaraga, Meegan Hefford asal Australia mengonsumsi protein dalam jumlah besar agar tubuhnya kuat. Nahas, rupanya Meegan memiliki kelainan langka yang mencegah tubuhnya memetabolisme nutrisi tersebut dengan baik hingga membuatnya menghembuskan napas terakhir.

Dikisahkan oleh keluarganya, ibu dua orang anak tersebut mengonsumsi protein dari makanan seperti daging tanpa lemak dan putih telur serta suplemen. Wanita bugar dan sehat berusia 25 tahun tersebut sedang menjalani diet ketat dan rutin ke gym dua kali sehari.

Dikutip dari situs The Sun, Meegan sempat mengeluh merasa mual dan agak aneh. Ibunya menyebut mungkin ia merasa sedikit khawatir terlalu keras di gym dan mengingatkannya untuk lebih santai sedikit.

Namun Meegan ditemukan dalam keadaan tak sadar dan segera dilarikan ke rumah sakit. Tiga hari kemudian ia dinyatakan mati otak dan dokter menemukan penyakit tak terdiagnosis sebelumnya, bernama kelainan siklus urea.


"Kelainan siklus urea merupakan istilah payung bagi keluarga kelainan genetik langka yang menyerang sekitar satu dari 35 ribu orang di Amerika Serikat. Pengidap kelainan siklus urea kekurangan satu dari enam enzim yang membantu menyingkirkan amonia, bahan racun yang terbentuk saat protein dimetabolisme dari darah," jelas Dr Nicholas Ah Mew dari Children's National Health System's Rare Disease Institute.

Secara normal amonia diubah menjadi senyawa bernama urea dan dibuang dari tubuh melalui urine. Namun pada orang dengan kelainan tersebut, amonia bisa menumpuk di aliran darah dan saat mencapai otak, ia akan bisa menyebabkan kerusakan otak permanen atau kematian.

National Urea Cycle Disorders Foundation menyebutkan bahwa kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Dr Nicholas menyebut kondisi ini memang kerap tak terdiagnosis, namun umumnya mereka memiliki gejala-gejala tertentu.


"Umumnya ada kombinasi mual, muntah dan kesulitan untuk berpikir jernih, biasanya setelah makan sejumlah besar protein. Sangat jarang bagi seseorang untuk merasa benar-benar sehat dan mendadak jatuh pingsan," jelasnya.

Konsumsi protein menurut Asupan Harian yang Disarankan adalah 0,8 gram per kilogram berat badan per harinya. Namun bagi orang yang sangat aktif, dewasa atau sedang ingin membentuk otot dan menurunkan bobot kerap dianjurkan mengonsumsi lebih dari itu.

Agar terjadi kasus buruk lagi, Dr Nicholas menyarankan bagi mereka yang ingin menambah asupan proteinnya sebaiknya berkonsultasi pada nutrisionis olahraga. Dan segera periksakan apabila mengalami tanda-tanda tadi usai konsumsi protein ditingkatkan.

Ibu Meegan, Michelle White, merasa sangat sedih bahwa kebiasaan anak perempuannya yang bugar malah justru berakhir membuat nyawanya melayang. Ia memperingatkan soal kondisi tersebut kepada orang-orang agar lebih memperhatikan sebelum terobsesi pada kesehatan seperti anaknya.



Simak Video "Idap Penyakit Langka, Wanita Ini Menua dengan Cepat"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)