Sabtu, 06 Feb 2021 22:11 WIB

Menyesal Tak Percaya Corona, Wanita Ini Kena Batunya Tertular Saat Hamil

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Close up hand of elderly patient with intravenous catheter for injection plug in hand during lying in hospital ward room Ilustrasi pasien (Foto: iStock)
Jakarta -

Meski pandemi Corona telah berjalan lebih dari setahun, masih ada saja yang tak percaya COVID-19. Seperti wanita ini yang mulanya begitu percaya Corona hanyalah 'omong-kosong'.

Tori Howell menarik kembali ucapannya tersebut saat ia tertular Corona di masa kehamilannya. Di usia kehamilan memasuki 22 minggu, ia dinyatakan positif Corona dan kini harus terbaring di rumah sakit.

Pasalnya, wanita asal Inggris ini juga mengidap asma dan berisiko kritis akibat COVID-19. Ia mengaku tak percaya COVID-19 karena lingkungan terdekatnya tak ada yang tertular.

Namun, ia kini berusaha mengingatkan orang-orang kalau COVID-19 bukan 'tipuan' dan setiap orang harus waspada.

"Saya dulu mendengarkan setiap teori konspirasi dan percaya begitu saja, ternyata segalanya bertentangan dengan kenyataan yang akhirnya saya ketahui sekarang," kenang ibu hamil berusia 28 tahun itu.

"Kondisi saya sangat buruk sejak dinyatakan positif Corona, saya kehilangan indra perasa dan penciuman saya. Awalnya saya hanya merasa seperti sedang flu dan sakit kepala, lalu memburuk," katanya, dikutip dari Daily Star.

Belakangan, ia pun kerap merasa sesak napas, tetapi Tori hanya bisa terus berharap kondisinya membaik dan tak pernah melewatkan obat-obatan termasuk bagi penyakit asma yang diidapnya.

"Sekarang saya benar-benar sesak. Saya menggunakan steroid dan antibiotik karena saya pengidap asma. Saya harus mengatakan ini adalah hari terburuk saya," bebernya.

Bersyukur, sang anak tampaknya baik-baik saja dalam kandungan meski dirinya sedang dalam perawatan intensif. Lagi-lagi ia mengingatkan agar orang tak menganggap sepele bahaya COVID-19.

Ia mengaku salah karena selalu menilai berita COVID-19 selama ini hoax.

"Saya membaca begitu banyak hal secara daring tentang virus itu dan sejujurnya saya mengira itu hanya sampah karena selama berbulan-bulan saya tidak mengenal siapa pun yang mengidapnya," tuturnya.

"Virus ini nyata. Saya menarik kembali semua yang pernah saya katakan sebelumnya," sesalnya.



Simak Video "Studi Inggris: Antibodi Bisa Bertahan 6 Bulan Pasca Terinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)