Jumat, 26 Mar 2021 18:39 WIB

Cerita Pilu Wanita Terlahir Tanpa Rahim, Kedalaman Miss V Cuma 2 Sentimeter

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ovulation, Cervical Cancer, Infographic, Vagina Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Kisah pilu datang dari seorang wanita yang terlahir tanpa rahim dan memiliki vagina dengan kedalaman hanya 2 sentimeter. Ia menceritakan lika-liku perjalanan hidupnya sebelum bisa benar-benar menerima kondisi tersebut tanpa menjalani operasi.

Amanda Jones dari Australia sebelumnya berpikir, dia mungkin hanya mengalami gangguan menstruasi saja. Namun, di tahun 2003 silam, dokter menjelaskan ada kondisi tak normal yang terjadi pada dirinya, disebut sindrom Mayer Rokitansky K├╝ster Hauser (MRKH).

Dokter menyebut sindrom tersebut adalah kelainan bawaan yang langka, menandakan rahimnya tak berkembang dan vaginanya hanya memiliki kedalaman dua sentimeter. Sontak sang ibu menangis dan hanya bisa meratapi nasib sang anak.

"Ibuku menangis ketika kami mengetahuinya, bayangkan aku harus menerima kenyataan di usia 14 tahun," kata Amanda.

Mimpi menjadi seorang ibu muda terpaksa hancur begitu saja. Amanda memahami kalau dirinya tak akan pernah menjadi wanita seutuhnya.

Ia sempat stres dan tak sanggup menerima kondisi yang dihadapi. Namun, beberapa tahun belakangan, ia mulai berlapang dada usai menemukan pasangan yang bisa menerima dirinya apa adanya.

Amanda didiagnosis setelah berkunjung ke dokter umum kalau dirinya tak kunjung menstruasi. "Saya adalah satu-satunya gadis di tahun saya dan satu tahun di bawah saya di sekolah yang belum menstruasi, meskipun saya sudah memasuki masa pubertas," katanya.

"Saya dirujuk ke dokter kandungan dan menjalani laparoskopi - di mana mereka memasang kamera ke perut Anda melalui sayatan kecil di perut tepat di atas pusar Anda. Mereka telah melihat-lihat dan mereka tidak dapat menemukan apa pun. Saya diberitahu bahwa rahim saya benar-benar tidak ada," curhatnya.

Amanda didiagnosis MRKH tipe satu. Menurut data Layanan Kesehatan Inggris (NHS) kejadian ini terjadi satu dari 5 ribu wanita.

Kondisi ini disebutkan tidak mempengaruhi perkembangan ovarium, dan Amanda diberitahu bahwa ovariumnya sehat, tetapi karena dia tidak memiliki rahim, dia tidak pernah mengalami ovulasi atau menstruasi. Demikian pula, karena kurangnya serviks, leher rahim berkembang, wanita dengan MRKH sering mengalami hipoplasia genital atau keterbelakangan.

"Vagina saya berukuran dalam 23 mm dan lebar 14 mm," Amanda menjelaskan.

"Transplantasi rahim bukanlah pilihan saat saya didiagnosis, jadi setelah laparoskopi, saya tidak mendapatkan perawatan lebih. Sejujurnya saya tidak tahu apa itu MRKH, itu sangat mengejutkan.



Simak Video "Bukan Tren, Peremajaan Miss V Itu Kebutuhan!"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)