Kamis, 05 Agu 2021 12:39 WIB

Pecahkan Rekor Tak Tidur 11 Hari, Pria Ini Halusinasi Sampai Paranoia

Ayunda Septiani - detikHealth
ilustrasi tidur Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Pada 1963, seorang anak laki-laki asal Amerika Serikat (AS) Randy Gardner memecahkan rekor dunia tidak tidur terlama selama 11 hari 25 menit (264,4 jam).

Ia berhasil memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh DJ Tom Rounds di Honolulu, Hawaii yang tidak tidur selama 260 jam atau kurang dari 11 jam.

Eksperimen ini berawal dari Randy dan Bruce McAllister, yang awalnya ingin mempelajari efek kurang tidur. Setelah berunding cukup lama, mereka melempar koin untuk menentukan siapa yang akan menjadi objek proyek. Randy pun kalah dalam undian dan bersiap menjadi objek percobaan.

Pada akhirnya, eksperimen ini menarik perhatian peneliti tidur dari Universitas Stanford, Dr William C. Dement. Jika saja bukan karena media lokal yang memberitakan mereka, eksperimen ini pun bisa saja berakhir dengan tidak ada kejelasan.

"Saya mungkin satu-satunya orang di planet ini pada saat itu yang benar-benar melakukan penelitian tidur," jelas Dement kepada BBC.

"(Orang tua Randy) sangat khawatir bahwa ini mungkin sesuatu yang benar-benar berbahaya untuknya. Karena pertanyaannya masih belum terpecahkan, apakah jika kamu pergi tanpa tidur cukup lama kamu akan mati," lanjutnya.

Atas permintaan orang tua Randy, percobaan ini akhirnya diawasi oleh Dement, serta Lt. Cmdr. John J. Ross dari Unit Penelitian Neuropsikiatri Medis Angkatan Laut AS di San Diego guna untuk memantau kesehatan Randy selama eksperimen ini.

Untuk membuat Randy tetap terjaga, tim mengajaknya untuk bermain pinball dan bola basket, melarangnya untuk berbaring, dan membuatnya berbicara melalui pintu toilet setiap kali ia pergi ke kamar mandi, jika dia tergoda untuk tidur siang di toilet.

Pada tahap awal percobaan, semuanya berjalan dengan baik untuk anak laki-laki yang hanya berusia 16 tahun pada saat penelitian.

Namun, percobaan di hari kedua terlihat Randy mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi objek dengan sentuhan. Hari ketiga, dia menjadi murung dan berjuang keras melakukan tongue twister atau menyebutkan suatu kata atau kalimat yang sulit diucapkan.

Pada hari keempat, penyimpangan memori dan halusinasi terjadi. Saya berhalusinasi bahwa saya adalah pemain football kulit hitam terkenal, Paul Lowe, dari San Diego Chargers," tulisnya di Esquire beberapa tahun kemudian.

"Teman-temanku berpikir itu lucu, karena beratku 130 pon (59 kilogram)," lanjutnya.

Halusinasi berlanjut keesokan harinya, Randy melihat jalur hutan di depannya, suatu pemandangan yang tidak dikenalnya.

"Tidak ada lagi tertinggi, hanya terendah dari yang terendah. Rasanya seperti seseorang mengambil amplas ke otak saya. Tubuh saya bisa bergerak dengan baik, tapi pikiran saya seperti ditembak," papar Randy.

Beberapa hari setelahnya, bicaranya lambat dan mulai tidak jelas, diikuti dengan ingatannya yang kian memburuk. Randy berbicara, lalu berhenti di tengah jalan, entah ia lupa apa yang ingin dibicarakan atau diinterupsi oleh pemikiran barunya. Ia juga mengalami paranoia, seperti yang dirasakan oleh orang-orang yang kesulitan tidur.

Pada hari terakhir, Randy pun menjadi kurang berekspresi. Ia juga membutuhkan dorongan terus-menerus untuk menjawab pertanyaan yang diberikan, yang akan dia lakukan dengan nada monoton. Tes pada kemampuan mentalnya berhenti dengan sangat cepat, karena dia akhirnya akan melupakan apa yang dia lakukan.

Namun demikian, ia tampaknya tidak menderita banyak efek buruk, setelah mendapatkan rekor dunia baru ia berhasil melewati siang dan malam tanpa tidur.

Kesimpulan dari eksperimen yang dilakukan Randy adalah, selama tidak tidur, area otaknya juga tertidur sepanjang waktu. Efek yang sama juga ditujukan pada percobaan tikus, dengan subset neuron korteks dimatikan membuat tikus tetap terjaga melakukan aktivitasnya.



Simak Video "Strategi Menkes dan Mendikbud Jaga Keberlangsungan PTM Tetap Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)