Sabtu, 14 Agu 2021 10:38 WIB

Iseng Menggembok Mr P, Kelamin Pria Ini Harus 'Digergaji' di RS

Firdaus Anwar - detikHealth
Concept of Sexually Transmitted Infections (STDs) Foto: ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Seorang pria asal Thailand harus dilarikan ke rumah sakit (RS) karena kejadian tidak biasa. Penisnya terluka dan mengalami infeksi akibat ada gembok yang menyangkut selama lebih dari dua minggu.

Pria berusia 38 tahun tersebut dilaporkan awalnya iseng karena bosan di rumah selama pandemi COVID-19. Ia memasang gembok di bagian pangkal penis, namun tidak sengaja kehilangan kuncinya.

Gembok yang tidak bisa dilepas perlahan membuat penis sang pria membengkak. Sampai akhirnya rasa sakit tak tertahankan membuat sang pria harus meminta bantuan medis.

"Kami menerima panggilan darurat tapi tidak paham detailnya. Jadi kami terkejut saat datang. Kondisinya lebih buruk dari dugaan," kata paramedis yang terlibat, Thongchai Donson, seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (14/8/2021).

"Bila gembok itu dibiarkan lebih lama, infeksi yang terjadi akan semakin parah membuat penisnya membusuk karena kematian jaringan," lanjutnya.

Di RS terdekat, tim medis menggunakan gergaji atau pemotong listrik untuk membebaskan penis sang pria. Dokter menempatkan kepingan metal tipis ditambah pelumas di antara gembok dan kulit untuk mencegah penis tidak sengaja terpotong.

Butuh waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya penis sang pria bisa dibebaskan dari gembok. Sang pria kemudian diberi antibiotik untuk mengobati infeksinya.

"Sepanjang di RS dia terus berteriak kesakitan karena penisnya yang bengkak. Membebaskannya dari gembok sangat sulit," pungkas Thongchai.



Simak Video "Vaginismus Bisa Jadi Pemicu 'Pasangan Gancet'"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)