Kamis, 07 Okt 2021 16:27 WIB

Pilu, Anak 2 Tahun Kena Pneumonia Akibat COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Seorang anak berusia dua tahun harus mengalami masa-masa yang sulit usai terinfeksi COVID-19. Anak bernama Adrian James ini harus dirawat di rumah sakit akibat virus tersebut.

Sebelumnya, orang tua Adrian tidak menyangka anaknya terinfeksi COVID-19, tapi hanya sakit biasa dan sedikit batuk. Sang ibu, Tiffany Jackson, pun memberikan sirup obat batuk dan meletakkan pelembab udara di kamar Adrian untuk meringankan kondisinya.

Namun, pada Jumat (1/10/2021) Adrian mulai berkeringat dan napasnya tersengal-sengal. Melihat kondisi anaknya itu, Tiffany langsung membawanya ke UGD di Mount Vernon, Illinois.

Dokter dan perawat di sana langsung melakukan rontgen dada serta tes COVID-19, dan merujuk Adrian ke Rumah Sakit Anak Cardinal Glennon di St Louis. Ternyata, Adrian dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 varian Delta. Setelah diperiksa, Adrian diketahui mengidap pneumonia di paru-paru bagian kirinya.

"Dia bernapas cepat, mencoba menghirup udara dengan 76 kali pernapasan per menit, hampir dua kali lipat dari 40 pernapasan normal," kata Tiffany yang dikutip dari Straits Times, Kamis (7/10/2021).

Selama dirawat, Adrian dibius dan dipasangkan ventilator untuk membantunya bernapas.

Tiffany mengatakan tidak mengetahui bagaimana putranya bisa tertular COVID-19. Meski ia pernah terinfeksi, jaraknya sangat jauh dengan Adrian.

Ia pun tidak bisa divaksinasi karena mengalami gangguan autoimun langka yaitu Guillain-Barre Syndrome, yang bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf. Sindrom ini dialaminya usai disuntik vaksin flu saat dirinya masih berusia 16 tahun.

Ayah dari Adrian juga hanya baru mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19.

Usai beberapa hari dirawat, kondisi Adrian mulai membaik. Paru-parunya sudah mulai bisa bekerja dengan lebih baik dan segera terbebas dari ventilator. Tiffany pun berterima kasih pada tenaga medis yang merawat dan menyelamatkan hidup anaknya.

Berkaca dari pengalamannya ini, Tiffany ingin semua orang menyadari bahwa COVID-19 ini adalah masalah yang serius, termasuk pada anak-anak.

"Saya hanya ingin orang-orang menyadari bahwa ini serius," katanya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)