Senin, 22 Nov 2021 18:01 WIB

Oplas Gagal Berujung Maut, 2 Wanita Tewas Usai Operasi Pembesaran Bokong

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Doctors during surgery on patient in hospital. Surgeons team working at the hospital performing surgical procedure in operating theatre. Ilustrasi operasi plastik. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Lagi-lagi muncul kasus operasi plastik berujung maut. Kali ini dialami dua orang wanita yang gagal melakukan prosedur operasi pembesaran bokong dan meninggal dunia, yang bernama Maria K (20) dan wanita yang tidak diketahui identitasnya (42).

Maria K meninggal setelah dokter diduga mengeluarkan 12 liter cairan dari tubuhnya pada 6 Agustus 2018 lalu. Saat itu ia telah membayar sebesar €9000 atau sekitar 144 juta rupiah untuk operasi, namun sayangnya ia meninggal akibat kehilangan darah dan emboli lemak.

Sementara satu pasien lainnya yang tak diketahui identitasnya berusia 42 tahun mengalami insiden pada 2 Juli 2019. Berdasarkan keterangan jaksa, pasien tersebut tidak diberikan anastesi, kehilangan darah dan emboli lemak, hingga berujung meninggal dunia.

Prosedur ini diketahui dilakukan oleh Dr Reza Samary (50). Ia mematok tarif yang besar dan sering menampilkan video hasil kerjanya di media sosial.

Ia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun empat bulan karena melukai tubuh yang menyebabkan kematian dua pasiennya itu.

Konfirmasi pengadilan

Pihak pengadilan di kota barat Jerman, Dusseldorf, mendengar penjelasan bagaimana sang dokter mengambil cairan dan lemak dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang direkomendasikan secara medis.

Hal ini menyebabkan komplikasi meningkat secara dramatis saat Dr Samary menyuntikkan kembali lemak tersebut kepada pasiennya. Bahkan kedua pasiennya itu tidak diberitahu apa saja risiko yang bisa terjadi dari prosedur yang dijalaninya.

"Kami mengesampingkan bahwa pasien akan terkena risiko jika mereka tahu tentang alternatif dari dua kali operasi," kata pihak pengadilan yang dikutip dari Mirror UK, Senin (22/11/2021).

"Ahli bedah plastik mengambil cairan dan lemak di tubuh wanita tersebut lebih banyak daripada yang direkomendasikan dan menyuntikkan lemak lagi," lanjutnya.



Simak Video "Pasca Rekonstruksi Payudara, Apakah Masih Bisa Menyusui?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)