Kamis, 09 Des 2021 22:00 WIB

Kisah Wanita Niat Rapikan Gigi, Mata Bor Malah Tertinggal di Rahang

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Surgical Team Working In Operating Theatre Ilustrasi operasi. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Pada Januari tahun lalu, wanita asal Frisco, Texas, Amerika Serikat bernama Inderaa Musa, menjalani operasi pembedahan gigi untuk mengganti dua implan giginya. Operasi tersebut dianggap sukses, namun beberapa hari setelahnya ia mulai merasakan rasa sakit di giginya serta mengalami pembengkakan.

Operasi pembedahan implan gigi itu dilakukan oleh seorang dokter bernama Kirk E. Scott di klinik miliknya. Dalam operasi tersebut, dr Scott harus menggunakan mata bor yang disebut trephine bur untuk mengangkat dua implan pasiennya yang rusak.

Diketahui, bor yang digunakan dr Scott tersebut menyangkut di tulang rahang pasiennya.

Kejadian berawal saat Musa menghubungi dr Scott pasca operasi dan mengeluhkan rasa sakitnya. Kemudian ia direkomendasikan untuk meminum obat penghilang rasa sakit dan kemudian dijadwalkan bertemu sang dokter pada bulan Februari.

Pada temu janji tersebut, Musa memberi tahu Scott bahwa dia masih mengalami rasa sakit di rahang kiri bawahnya. Kemudian Scott menjadwalkan janji bertemu tiga bulan setelahnya.

Ketika Musa kembali di bulan Juni, Scott melakukan rontgen pada rahangnya. Betapa kagetnya saat ditemukan pecahan mata bor yang digunakan selama operasi menyangkut di tulang rahangnya.

Akibat kejadian tersebut, Musa diharuskan melakukan operasi lanjutan dan diketahui berisiko merusak struktural rahang giginya.

"Tidak dapat diterima dan sangat sembrono bagi seorang dokter gigi atau dokter mana pun meninggalkan sisa-sisa peralatan bedah di tubuh pasien pasca operasi," kata Russel Button, pengacara Musa.

"Musa terpaksa hidup dalam kesakitan luar biasa selama lima bulan karena dr Scott gagal mengikuti protokol keamanan yang dibuat untuk mencegah kesalahan ceroboh seperti ini."

Sedangkan dari pihak dr Scott, sang pengacara Vernon Krueger, tidak menanggapi pernyataan dari pengacara Musa. Ia mengatakan, kliennya menyangkal tuduhan dalam gugatan tersebut.

"Kejadian tersebut benar-benar mempengaruhi saya. Saya memercayai dr Scott dan sekarang saya takut akan perawatan medis apa pun yang mungkin saya perlukan di masa depan," kata Musa.

"Kamu seharusnya mempercayakan segalanya kepada dokter karena mereka akan melakukan segala upaya untuk membuat kondisimu membaik. Saya tidak mau ada orang lain yang mengalami hal serupa kedepannya."



Simak Video "Konten Negatif Kok Cenderung Mudah Viral?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)