ADVERTISEMENT

Rabu, 12 Jan 2022 15:00 WIB

Pria Ini Ngaku Penisnya Menyusut Usai Terinfeksi COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Diet, fitness and health concept presented by yellow banana wrapped in measure tape isolated on yellow paper background Seorang pria mengklaim penisnya menyusut akibat infeksi COVID-19. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Seorang pria berusia 30-an mengaku mengalami efek samping jangka panjang akibat infeksi COVID-19, atau sering disebut long Covid. Hal ini menyebabkan penisnya menyusut.

Sebelum sakit, pria itu menggambarkan penisnya memiliki ukuran 'di atas rata-rata'. Tetapi, usai dirinya tertular COVID-19 pada Juli 2021 dan harus dirawat di rumah sakit, ukuran penisnya menyusut sekitar satu setengah inci.

"Sepertinya saya memiliki masalah yang berkepanjangan. Penis saya telah menyusut," tulis pria tersebut yang dikutip dari laman Insider, Rabu (12/1/2022).

"Ini sepertinya karena kerusakan pembuluh darah, dan dokter saya tampaknya berpikir itu mungkin akan permanen," lanjutnya.

Menurut ahli urologi, mereka banyak menemukan bahwa infeksi COVID-19 ini berpengaruh pada ereksi pria. Pada bulan November lalu, mereka mengungkapkan penyakit tersebut bisa menyebabkan disfungsi ereksi pada beberapa pasien, dan membuat mereka mengalami 'COVID dick' atau 'penis Covid'.

Pada beberapa pasien, infeksi COVID-19 diduga dapat mempengaruhi aliran darah ke penis hingga menyebabkan disfungsi ereksi pada beberapa pasien. Hal ini menjadi bukti bahwa COVID-19 bisa berdampak pada penis.

COVID-19 menyebabkan disfungsi ereksi

Sebuah penelitian kecil yang dipublikasikan pada Agustus 2021 menemukan bahwa ada beberapa orang yang mengalami disfungsi ereksi setelah terinfeksi COVID-19, seperti memiliki partikel virus di penis mereka. Peneliti memperkirakan bahwa infeksi virus itu mungkin membatasi aliran darah ke penis.

Ahli urologi mengatakan pompa penis dan alat peregangan dapat membantu 'merehabilitasi' orang dengan disfungsi ereksi terkait COVID-19. Menurut ahli urologi dan direktur kesehatan pria di Albany Medical College, Dr Charles Welliver, cara untuk mengatasi kondisi tersebut bisa dengan rehabilitasi.

Awalnya, untuk mengatasi kondisi ini cukup menggunakan obat disfungsi ereksi dengan dosis yang rendah. Tetapi, Dr Welliver mengatakan perangkat vakum penis bisa membantu mengembalikan ketebalan dan panjang penis yang menyusut.

"Ada data yang sangat bagus yang menunjukkan itu mungkin (bisa berhasil)," ujarnya.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT