Rabu, 19 Jan 2022 14:02 WIB

Gegara COVID-19, Pria Ini Alami Pembekuan Darah di Mr P

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi penis Seorang pria mengalami pembekuan darah di penis akibat COVID-19. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Seorang pria melaporkan nyeri penis yang menyiksa akibat infeksi COVID-19. Setelah diperiksa, ternyata ia mengalami pembekuan darah di area penisnya. Kok bisa?

Sebuah jurnal medis dari tim Iran menjelaskan bagaimana virus Corona menyebabkan pembekuan darah di penis pria tersebut.

Awalnya, pria yang tidak disebutkan namanya itu mengalami nyeri pada penisnya selama tiga hari, sebelum dirinya diperiksa oleh ahli urologi di Iran yang menyarankannya untuk tes.

Saat berkonsultasi ke dokter, pria itu mengatakan rasa nyeri di penisnya muncul setelah ereksi saat berhubungan seks. Pria berusia 41 tahun itu mengaku tidak mengalami trauma atau cedera di daerah panggul yang mungkin bisa menjadi penyebab nyeri pada penisnya.

Sempat Positif COVID-19

Ahli radiologi Seyed Morteza Bagheri dan seorang rekannya dari Iran University of Medical Sciences (IUMS) menyebut pria tersebut sempat positif COVID-19 tiga minggu sebelumnya. Hal ini ditulisnya dalam jurnal Clinical Case Reports.

Saat positif, pria tersebut mengalami sejumlah gejala ringan yaitu batuk, demam, dan kelelahan. Namun, saat dites di rumah sakit pria itu mengalami 'thrombosis of deep dorsal penile vein', yaitu pembekuan darah di vena yang mengalir di sepanjang bagian atas batang penis.

Vena mengalir di sepanjang penis dan terlibat dalam suplai darah oksigen ke organ. Dari hasil pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan 'tidak ada (darah) yang mengalir di vena' karena gumpalan di sekitar setengah jalan di sepanjang penis.

Melihat kondisi itu, dokter segera memberinya rivaroxaban, yakni obat pengencer darah yang digunakan untuk mengobati dan mencegah pembekuan darah.

"Dua bulan setelah memulai perawatan, gejala pasien benar-benar hilang dan dia tidak merasakan sakit pada penis saat ereksi dan gangguan seksual lagi," tulis Morteza Bagheri yang dikutip dari New York Post, Rabu (19/1/2022).

"Kondisi 'di bawah sana' (penis) sudah semakin membaik," lanjutnya.

Namun, pria itu masih merasakan sedikit rasa sakit di tempat pembekuan darah itu terjadi.

Melihat kasus ini, para ilmuwan mengungkapkan virus Corona bisa meningkatkan risiko pembekuan darah yang menjadi penyebab kematian. Morteza Bagheri menulis dalam jurnalnya, ada sekitar 20-50 persen pasien COVID-19 yang dirawat inap memiliki tes koagulasi yang tidak normal.

Namun, Morteza Bagheri mengatakan jenis pembekuan darah yang dialami pria tersebut sangat jarang terjadi. Jika itu terjadi, biasanya si pasien memiliki riwayat atau kelainan pembekuan darah.



Simak Video "Kabar Baik! Selama Ramadan, Tren Covid-19 di Indonesia Terus Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)
dMentor
×
Investasi Saham VS Aset Kripto
Investasi Saham VS Aset Kripto Selengkapnya