Sakit Parah, Wanita di Peru Menangkan Gugatan Mengakhiri Hidupnya

ADVERTISEMENT

Sakit Parah, Wanita di Peru Menangkan Gugatan Mengakhiri Hidupnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sabtu, 23 Jul 2022 12:00 WIB
Young woman holding hands and saying goodbye to her dying of cancer mother in hospice
Ilustrasi sakit (Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz)
Jakarta -

Setelah perjuangan hukum yang panjang di Peru untuk hak kematian yang direncanakan, Ana Estrada mengatakan dia sekarang merasa bebas untuk menghindari penderitaan dari penyakit yang tak tersembuhkan dan melemahkan yang telah menjangkitinya selama tiga dekade.

Dikutip dari laman Reuters, Mahkamah Agung Peru minggu ini mengkonfirmasi putusan sebelumnya yang memungkinkan Estrada, seorang psikolog berusia 44 tahun, untuk mengakhiri hidupnya setelah pertempuran hukum selama lima tahun dan sakit selama bertahun-tahun.

Di bawah hukum Peru, membantu pasien yang sakit parah untuk bunuh diri dapat dihukum dengan hukuman penjara.

"Kemenangan ini akan membantu saya mengatasi penyakit yang akan segera terjadi dan tak terhindarkan ini. Ini akan memberi saya ketenangan pikiran dan ketenangan," katanya kepada Reuters.

Estrada menderita polymyositis, penyakit langka yang menyerang otot-ototnya dengan kemunduran degeneratif. Dia telah menghabiskan sebagian besar hidupnya berbaring bersujud di tempat tidur yang terhubung ke respirator mekanik dan dengan bantuan hampir setiap hari dari seorang perawat.

Putusan Mahkamah Agung yang dikeluarkan minggu ini meratifikasi keputusan pengadilan sebelumnya yang mengharuskan asuransi kesehatan negara Peru untuk menyediakan "semua persyaratan" untuk euthanasia Estrada, yang harus dieksekusi dalam jangka waktu 10 hari sejak tanggal dia menyatakan keinginannya untuk mengakhiri hidupnya.

Mahkamah Agung membebaskan dokter yang akhirnya memasok obat yang dimaksudkan untuk mengakhiri hidup Estrada dari hukuman apa pun.

"Mengapa mati dengan bermartabat? Karena saya ingin menghindari penderitaan, saya ingin menghindari rasa sakit, tetapi di atas semua itu karena ini tentang hidup dan tentang kebebasan," kata Estrada seraya berbaring di tempat tidur.



Simak Video "Sebuah Studi Baru Ungkap Teori Penyebab Kematian Bruce Lee"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT