Bunyi 'Pop' di Dada Saat Orgasme, Wanita Ini Nyaris Tewas Kala Bercinta

ADVERTISEMENT

Bunyi 'Pop' di Dada Saat Orgasme, Wanita Ini Nyaris Tewas Kala Bercinta

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 05 Agu 2022 15:31 WIB
Close up of couple hands lie on bed relaxing in bedroom, lovers have intense sex or making love feeling orgasm and satisfaction, boyfriend and girlfriend enjoy foreplay on white sheets in the morning
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

Seorang wanita nyaris tewas usai mencapai orgasmenya saat berhubungan seks. Wanita berusia 45 tahun itu merasakan ada bunyi 'pop' di dadanya saat mencapai klimaksnya.

Awalnya, wanita yang tidak disebutkan namanya itu tengah berhubungan seks dengan suaminya. Posisinya saat itu kedua kakinya tengah menempel di dadanya.

Namun, saat mencapai orgasme, wanita itu merasakan rasa sakit yang kuat dan menusuk di dadanya. Tak hanya itu, terdengar suara letupan dari dalam dadanya.

Wanita itu langsung dilarikan ke rumah sakit dan ditangani oleh profesional medis. Setelah diperiksa, wanita itu disebut mengalami kondisi 'cedera pada arteri jantungnya yang bisa mengancam nyawa'.

Saat berada di rumah sakit di daerah Mississippi, Amerika Serikat, tekanan darahnya mencapai 220/140 mmHg. Dokter juga menemukan bahwa aorta, arteri terbesar di tubuh, milik wanita itu mengalami kebocoran di dalamnya.

Kondisi itu disebut hematoma intramural aorta dan dapat menyebabkan robekan penuh pada aorta. Sekitar 40 persen orang yang mengalami kondisi ini bisa tewas seketika.

Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan area aorta melemah dari waktu ke waktu. Hal itu meningkatkan kemungkinan robekan penuh pada aorta.

"Salah satu aktivitas umum yang dapat memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah adalah angkat beban. Sementara 'tekanan' saat berhubungan seks, juga bisa memicu terjadinya kondisi ini," kata dokter yang merawat wanita itu, dikutip dari Daily Star, Jumat (5/8/2022).

Wanita itu merasakan sesak di dadanya dan punggung yang terasa panas. Hal ini membuatnya merasa panik dan sakit. Di rumah sakit, ia mengungkapkan bahwa rasa sakit yang dialaminya itu sangat menyiksa.

Ia juga mengungkapkan pada tim medis yang merawatnya bahwa ia termasuk perokok aktif yang sudah merokok selama hampir dua dekade. Meski kondisinya cukup mengkhawatirkan, wanita ini tidak memerlukan operasi dan hanya diberikan obat untuk mengatasi keluhannya.

Akibat kejadian itu, wanita tersebut membutuhkan perawatan penurun tekanan darah dan diperbolehkan pulang setelah tiga hari kemudian. Kasus ini dilaporkan dalam jurnal medis American Journal of Case Reports.

"Hematoma intramural aorta pada wanita berusia 45 tahun selama hubungan seksual, seperti yang terlihat pada pasien dalam kasus kami, bukanlah kejadian yang umum dilaporkan," tulis para dokter.

"Memahami perubahan fisiologis dan stres hubungan seksual dan bagaimana ini (mempengaruhi) hemodinamik dapat membantu memprediksi hasil yang merugikan pada pasien dengan faktor risiko kardiovaskular yang sudah ada sebelumnya," sambungnya.



Simak Video "KuTips: 5 Tips Biar Kamu Nggak Hipertensi "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT