ADVERTISEMENT

Senin, 19 Sep 2022 22:00 WIB

Ngeri! Wanita Ini Curhat Vaginanya Robek Saat Bercinta, Ungkap Penyebabnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Seorang wanita di Perth, Australia, mengalami cedera yang menyakitkan pada vaginanya saat melakukan seks one night stand. Hal itu membuatnya harus dirawat di UGD selama lebih dari empat jam.

Wanita bernama Micaela (22) itu menceritakan kejadiannya. Ia mengatakan sedang berhubungan seks dengan seorang pria yang tidak sengaja merobek labia minora, kulit bagian dalam pada vaginanya.

Awalnya, Micaela mengaku tidak merasakan sakit karena dirinya tengah mabuk. Namun, ia baru menyadarinya saat pergi ke kamar mandi.

"Awalnya tidak begitu menyakitkan. Saya pikir itu karena alkohol dan adrenalin dalam sistem saya," katanya yang dikutip dari news.com.au, Senin (19/9/2022).

"Tapi setelah beberapa saat menjadi semakin menyakitkan, dan saya menyadari ada masalah nyata ketika saya bangun untuk pergi ke kamar mandi. Saya sangat kesakitan dan hampir tidak mungkin untuk buang air kecil," jelasnya.

Micaela mengatakan ia yakin bahwa luka pada vaginanya itu disebabkan kuku si pria yang berhubungan seks dengannya. Itu membuat banyak darah yang keluar dari lukanya.

"Itu lebih banyak darah daripada yang saya harapkan mengingat ukuran robekan itu," beber Micaela.

"Saya tidak sepenuhnya yakin bagaimana cedera itu terjadi, tetapi saya yakin kukunya yang menyebabkannya," sambungnya.

Dilarikan ke UGD

Keesokan harinya, Micaela masih merasakan sakit di vaginyanya hingga memutuskan untuk pergi ke unit gawat darurat (UGD). Di sana, ia langsung diberikan perawatan selama 4,5 jam, salah satunya beberapa jahitan di lukanya.

Saat itu, Micaela meminta seorang ginekolog datang untuk memeriksanya. Ia ingin memastikan bahwa lukanya ini tidak memerlukan tindakan operasi plastik.

"Syukurlah, kata dokter akan sembuh dengan baik," bebernya.

Setelah mendapat jahitan, dokter meresepkan Micaela alkaliser yang bisa diminum. Itu berfungsi untuk membuat kadar asam pada urinenya berkurang sementara sampai lukanya sembuh.

Micaela meyakini bahwa kadar asam pada urinenya yang membuatnya kesakitan setiap buang air kecil. Ia juga dianjurkan untuk menyiramkan air saat ke kamar mandi untuk membantu urinenya keluar dengan baik tanpa menyakiti lukanya.

"Mereka juga mengatakan kepada saya untuk menyiram air ke area tersebut saat pergi ke kamar mandi. Itu akan membantu karena urine langsung mengalir sehingga menghentikannya dari rasa sakit di area tersebut," jelasnya.

Meski begitu, Micaela tidak menyalahkan pasangannya atas kejadian tersebut. Ia mengingatkan orang-orang untuk lebih berhati-hati saat berhubungan seks dan menegaskan betapa tajamnya kuku meski sudah dipotong sangat pendek.

"Terkadang kita tidak menyadari betapa tajamnya kuku, meski dipotong sangat pendek," pungkas Micaela.

"Jika ada yang pernah berada dalam situasi yang sama, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian. Hal-hal ini terjadi sepanjang waktu. Pastikan Anda menjaga diri sendiri, dan mencari pertolongan medis," lanjutnya.



Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT