Wanita Ini Curigai Anaknya yang Tak Mirip, Diagnosa Dokter Bikin Syok

ADVERTISEMENT

Wanita Ini Curigai Anaknya yang Tak Mirip, Diagnosa Dokter Bikin Syok

Fitriana Fatmawati - detikHealth
Kamis, 29 Des 2022 07:00 WIB
Newborn baby boy sleeping in his crib, his mothers hand holding his little hand.
Ilustrasi bayi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/mmpile)
Jakarta -

Seorang bayi bernama Zander, putra dari Hannah Doyle didiagnosis dokter dengan Chromosome Deletion Syndrome - suatu kondisi yang dapat menyebabkan kelainan bawaan yang parah, serta cacat intelektual dan fisik yang signifikan.

Setelah ia melahirkan, Doyle curiga ada yang salah kepada bayinya.

Dikutip dari New York Post, wanita berumur 36 tahun itu melahirkan Zander pada bulan Oktober, namun setelah ia menggendong sang bayi, Doyle meyakini ada sesuatu yang tidak biasa.

"Ketika saya melakukan kontak kulit ke kulit, dia berbeda dengan bayi saya yang lain, dan saya langsung tau ada sesuatu yang berbeda," ujar ibu empat anak itu kepada South West New Service.

Sebenarnya, Doyle pertama kali mengkhawatirkan sang bayi yang belum lahir saat ia hamil 26 minggu.

Namun, setelah melahirkan dan menyadari bahwa Zander tidak terlihat seperti anak-anaknya yang lain, Doyle memohon kepada dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada Zander.

Benar saja, bayi tersebut didiagnosis Chromosome Deletion Syndrome, yang diakibatkan oleh hilangnya sebagian kromosom.

Bergantung pada lokasi dan ukurannya, terdapat beberapa variasi penghapusan kromosom yang diketahui. Menurut Stanford Medicine, sindrom ini adalah yang paling umum, terjadi setiap 1 per 4.000 hingga 6.000 kelahiran hidup.

Pada anak-anak dengan sindrom ini, sepotong kecil kromosom 22 hilang, yang dapat menyebabkan berbagai masalah. Mulai dari kelainan jantung hingga keterlambatan perkembangan dan kejang. Mungkin juga ada kelainan fisik yang memengaruhi penampilan mata, hidung, dan telinga.

"Itu mengejutkan, dan rasanya sangat menakutkan karena pikiran-pikiran mulai overload, sampai memikirkan yang terburuk," kata Doyle.

Memang, Doyle belum mempelajari lebih lanjut tingkat keparahan gejala yang dialami Zander. Perlu waktu untuk mengetahui seberapa besar Chromosome Deletion Syndrome memberikan efek kepada dirinya di masa depan.

Saat ini, Zander berusia 10 minggu dan terlihat seperti bayi biasa lainnya.

"Dia baik-baik saja, dan dia bayi kecil yang bahagia," kata Doyle. "Dia menggunakan formula resep yang membantunya tumbuh."



Simak Video "Kata Ahli Gizi soal Viral Bayi Dikasih Kopi hingga BAB 9 Kali"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT